Derita AN, remaja kelamin ganda asal kediri tak punya biaya operasi

AN ingin dioperasi dan memilih identitas sebagai laki-laki meski saat bersekolah menggunakan jilbab.

Imam Mubarok
Oleh Imam Mubarok - Reporter
Derita AN, remaja kelamin ganda asal kediri tak punya biaya operasi
AN berkelamin ganda. ©2015 merdeka.com/imam mubarok

AN (16) warga Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri harus menanggung beban hidup yang cukup berat. Pasalnya dia memiliki kelamin ganda dan hingga kini tetap belum terselesaikan karena masalah biaya untuk operasi.Menurut keterangan orang tuanya, kelainan yang dimiliki anaknya tersebut merupakan bawaan lahir. Dalam keseharian khususnya saat bersekolah AN menjadi sosok perempuan dan berjilbab. Namun ketika pulang peran perempuan tergantikan menjadi sosok laki-laki dan membantu orang tuannya bekerja di sawah, seperti halnya mencangkul.Orang tua AN mengaku tak punya biaya untuk mengoperasikan anaknya agar kembali normal. "Uang dari mana Mas, wong yang kerja cuma saya sendiri dan bapaknya juga sering sakit sakitan," ungkap Tutik orang tua AN saat ditemui di rumahnya Rabu (21/10)Hal yang paling membuat AN terbebani dari kelainan yang ada pada dirinya adalah ketika di sekolah. AN sering mendapat ejekan dan bahkan sering menangis karena diejek berkelamin ganda. "Teman-teman mengejek saya laki-laki atau perempuan, kadang saya nangis," ucap AN.AN hanya berharap bila ada yang membantu biaya operasi dirinya ingin menjadi laki laki. "Pengin saya jadi laki laki," ujarnya.Akibat kelamin ganda ini AN mengaku sering merasakan sakit bila tidur dan buang air kecil. "Posisinya itu memang ada dua yaitu yang diatas kelamin laki laki dan yang bawah perempuan, namun kalau buang air kecil hanya kemaluan wanita saja yang mengeluarkan air " kata siswi SMPN di wilayah Kecamatan Semen ini.

Rekomendasi