Luhut soal Singkil: Rakyat banyak diprovokasi lakukan hal tak perlu

"Pemerintah dan pemda harus berperan, supaya pluralisme kita jangan terusik," kata Luhut.

Raynaldo Ghiffari Lubabah
Luhut soal Singkil: Rakyat banyak diprovokasi lakukan hal tak perlu
Luhut Panjaitan. ©2015 merdeka.com/dwi narwoko

Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Luhut Binsar Panjaitan angkat bicara terkait bentrokan yang berujung pada pembakaran gereja di Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Aceh Singkil pada Selasa (13/10)."Pemerintah dan pemda harus berperan, supaya pluralisme kita jangan terusik hanya karena masalah-masalah yang sebenarnya tidak perlu menjadi masalah tapi kadang banyak diprovokasi rakyat kita sehingga rakyat kita melakukan hal-hal yang sebenarnya tidak perlu dilakukan," kata Luhut di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Jumat (16/10).Luhut menyayangkan oknum yang bertindak di luar izin dan peraturan yang telah ditetapkan negara. Pasalnya, dalam kasus tersebut 10 gereja yang dibangun di Aceh Singkil tidak memiliki izin bangunan, hal tersebut yang membuat oknum masyarakat geram dan berhasrat ingin membongkar tempat ibadah itu."Izin atau peraturan yang ada itu kalau dilaksanakan dengan baik mestinya tidak ada masalah. Kadang-kadang kita suka membuat aturan-aturan tambahan yang tidak perlu daripada aturan yang sudah jadi," terang Luhut.Seperti diberitakan, Luhut baru saja menggelar acara 'Silaturahmi Menko Polhukam dengan pimpinan partai politik dalam rangka menyuarakan Pilkada serentak 2015' di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (16/10) siang.Selain ada Menko Polhukam Luhut B Panjaitan, acara ini juga dihadiri Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, Menkum HAM Yassona Laoly dan Jaksa Agung HM Prasetyo.Sedangkan perwakilan partai politik yang datang ke acara tersebut yakni; Ketum Golkar versi Munas Bali Aburizal Bakrie, Ketum Golkar versi Munas Ancol Agung Laksono, Sekjen PDIP Hasto Kristianto, Wasekjen PPP Ismail Marzuki (versi Djan Fariz) dan Mustafa Kamal dari PKS, Sekjen Gerindra Ahmad Muzani, Ketua DPP Gerindra Taufik Basari, Sekjen PPP Dimyati Natakusumah, Sekjen PAN Eddy Soeparno, Sekjen Partai Demokrat Hinca Pandjaitan, dan Ketua DPP Hanura Nurdin Tampubolon.

Rekomendasi