Sandal berlafadz Allah juga sempat beredar Malang

Setiap pasang dijual dengan harga grosir Rp 8.500. Biasanya oleh pedagang dijual Rp 10.000.‬

Darmadi Sasongko
Oleh Darmadi Sasongko - Reporter
Sandal berlafadz Allah juga sempat beredar Malang
Sandal berlafaz Allah. ©2015 Merdeka.com/moch andriansyah

Sandal ukiran lafadz Allah ternyata juga sempat beredar di Kota Malang, Jawa Timur. Seorang pedagang di Pasar Besar Kota Malang mengaku pernah mendapat kiriman dari distributor sandal model tersebut beberapa bulan lalu.

Tetapi pedagang itu sama sekali tidak menyadari kalau ada masalah dengan desain sandal tersebut. Dia mengetahui setelah banyak diperbincangkan media sosial dan menjadi pemberitaan di media belakangan ini. Pihak distributor sendiri juga sempat menanyakan keberadaan sandal tersebut.

"Baru sekitar dua hari lalu saya dengar, tapi sempat ditelepon orang pabrik (pemasok) juga," kata seorang penjual sendal di Pasar Besar yang keberatan disebutkan namanya, Rabu (14/10).

Melalui telepon pihak pabrik menanyakan tipe sandal yang bermasalah itu. Tapi saat itu tidak dijelaskan alasannya. "Para grosir lain juga mulai tahu. Tapi sandalnya sendiri sudah kosong, kan sudah lama, sudah tidak ada stok," katanya.

Sandal itu hanya sekali dikirimkan dengan jumlah yang tidak terlalu banyak. Tokonya hanya mendapat satu karung, berisi enam lusin pasang. Setiap pasang dijual dengan harga grosir Rp 8.500. Biasanya oleh pedagang dijual Rp 10.000.‬

Toko yang hanya melayani pembelian grosir minimal lima pasang itu menyebut, sandal itu bermerek Glacio. Model sandalnya untuk perempuan dilengkapi dengan tali hiasan pernak-pernik. "Barangnya sudah habis terjual," katanya.‬

‪Kalau benar barang itu ditarik, proses penarikannya kemungkinan agak kesulitan. Karena selama ini pengembalian hanya dalam partai grosir. "Kalau eceran tidak bisa dikembalikan," tuturnya.‬

Merek Glacio, kata dia, banyak mengeluarkan model sandal plastik baik untuk anak-anak maupun dewasa. Dari sisi harga lebih murah dibandingkan merek lain. "Sedikit miring. Sekali datang biasanya 6 sampai 7 model," imbuhnya.‬

Diberitakan sebelumnya, ada 10.000 sandal berlafadz Allah dibakar di Halaman Kantor Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PW NU) Jawa Timur. Sandal tersebut hasil penarikan perusahaan produsen, PT Pradipta Perkasa Makmur, Gresik, Jawa Timur.

Proses pembakaran disertai permohonan maaf perwakilan pemilik perusahaan, Long Hwa dengan didampingi oleh Ketua PW NU Jawa Timur, KH Mutawakil Alallah.

"PW NU minta semua dimusnahkan, termasuk cetakannya. Karena jika terus dicetak dan dipakai orang, maka pemakainya akan mencederai umat Islam," terangnya.

Long Hwa mengungkapkan, kalau almarhum ayahnya Hwa, telah memproduksi sandal tersebut dengan jumlah ribuan dan sudah dipasarkan ke seluruh Indonesia.

Rekomendasi