Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumsel Lesty Nuraini mengaku sudah mendapatkan keterangan dari tim dokter Rumah Sakit Muhammadiyah, yang merawat bayi Muhammad Husen Saputra (28 hari). Hasilnya, bayi tersebut kemungkinan besar meninggal karena terpapar asap.Dari keterangan tim medis, bayi tersebut sudah demam tinggi selama dua hari. Dalam waktu bersamaan, bayi pasangan Hendra (33) dan Mursidah (34) itu juga mengalami sesak napas. Namun, saat kondisinya sudah parah, bayi tersebut baru dibawa ke rumah sakit."Bayi tersebut masuk rumah sakit Selasa pagi, malamnya meninggal dunia. Dia dirawat di UGD selama 14 jam," ungkap Lesty, Kamis (8/10).Dari hasil pemeriksaan klinis, penyakit bayi Husen mengarah pada infeksi paru-paru yang menyebabkan Bronkopneumonia. Bronkopneumunia adalah suatu radang parenkim paru yang disebabkan oleh bakteri, virus, jamur atau pun benda asing yang ditandai dengan gejala panas yang tinggi, gelisah, dispnoe, napas cepat dan dangkal, muntah, diare, batuk kering, dan produktif."Menurut dokter yang merawat ada kemungkinan infeksi paru-paru yang menyebabkan Bronkopneumonia. Kabut jelas bisa memperparah untuk Bronkopneumoni," terangnya.Selama masa perawatan, tim medis sudah berupaya penuh. Mulai dari ITB, oksigenasi, dan upaya medis lainnya."Tim medis RS Muhammadiyah sudah maksimal. Namun, kondisi bayi itu saat dirawat memang sudah terbilang parah," pungkasnya.
Dinkes Sumsel pastikan bayi Husen meninggal akibat terpapar asap
Husen sempat dirawat di UGD selama 14 jam.
Rekomendasi