Curhat Sutiyoso di DPR kekurangan anggota BIN

Sutiyoso meminta tambahan anggaran BIN untuk tahun 2016 senilai Rp 3,7 triliun.

Rizky Andwika
Oleh Rizky Andwika - Reporter
Curhat Sutiyoso di DPR kekurangan anggota BIN
Pelantikan Sutiyoso sebagai Kepala BIN. ©2015 merdeka.com/dwi narwoko

Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Letjen TNI (purn) Sutiyoso mengeluhkan anggaran Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN) 2016 Rp 2,01 triliun. Anggaran tersebut berbeda dengan APBN 2015, di mana BIN mendapat anggaran Rp 2,6 triliun."Tentu ada masalah karena yang kita ajukan sesuai keputusan Menkeu dipotong semua, dan yang dipotong tidak BIN aja. Kalau dipotong tidak akan tercapai program-program kita terutama perekrutan 1.000 personel BIN," ujar Bang Yos.Dalam rapat dengan DPR, dia meminta tambahan anggaran BIN untuk tahun 2016 senilai Rp 3,7 triliun. Angka ini lebih besar Rp 700 miliar dibanding permintaan Kepala BIN sebelumnya Marciano Norman yang menganggarkan Rp 3 triliun."Ada tambahan anggaran yang kita ajukan sebesar Rp 3,7 triliun. Jumlah segitu untuk kebutuhan di tahun 2016. Pada tahun lalu kepala BIN yang lama meminta tambahan sekitar Rp 3 triliun dan sudah disepakati oleh DPR," kata Sutiyoso.Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menuturkan, kenaikan sebesar Rp 3,7 triliun sedang diperjuangkannya bersama Komisi I DPR. Menurut dia, Komisi I DPR setuju dengan nominal Rp 3,7 triliun, sehingga tinggal meminta persetujuan dari Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro."Ya pastilah kita harapkan tambahan, BIN dan Komisi I DPR sedang memperjuangkan agar diterima," terangnya.Anggota Komisi I DPR TB Hasanuddin meminta Sutiyoso tidak mengeluhkan anggaran yang sudah diputuskan. "Sebenarnya BIN tidak usah teriak-teriak kurang (anggaran). Yang 'non-budgeter' (dana taktis) aja kan banyak," kata TB Hasanuddin di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (10/9). Politikus PDI Perjuangan ini menilai, pengurangan anggaran tidak hanya dialami BIN namun terjadi pula di seluruh lembaga dan kementerian. Dia justru menyarankan agar BIN dibawah kendali Sutiyoso tidak terlampau bersandar pada APBN.

"Jangan terlalu bersandar pada APBN, kan intelijen. Anggaran tahun 2015-2016 itu ada pengurangan, tapi itu semua kementerian dan lembaga," ucapnya. Sedangkan Wakil Ketua Komisi I DPR Asril Hamzah Tanjung menyatakan akan menindaklanjuti keluhan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Sutiyoso soal pemotongan anggaran yang sudah diputuskan di APBN 2016.Menurut Hamzah, wajar apabila BIN membutuhkan anggaran lebih untuk perekrutan 1.000 personel guna menambah kekuatan mengamankan gelaran pilkada serentak yang dihelat 9 Desember mendatang."Awalnya anggaran kalau nggak salah sekitar Rp 2,7 Triliun. Nah ini dipotong sekitar Rp 400 miliar sekian. Nanti kita ajukan ke Badan Anggaran (Banggar). Rapat sebelumnya disepakati anggaran untuk BIN itu Rp 3 triliun, saat rapat bulan Juni saat Kepala BIN yang lama," kata Asril yang memimpin rapat dengan Sutiyoso di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (10/9).Sebelumnya, setelah disetujui jadi kepala BIN, Sutiyoso curhat kurangnya anggaran untuk menopang kerja intelijen. Sutiyoso menilai, kekuatan BIN saat ini masih jauh dari kebutuhan negara. Apalagi BIN dalam waktu dekat akan mengamankan pilkada serentak."Jadi begini, kekuatan BIN jauh dari kebutuhan, apalagi Pilkada Serentak 269 Kabupaten, prioritas mengisi di daerah. Kaitannya dengan Panglima, bisa militer, sipil," kata Sutiyoso usai rapat paripurna di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (3/7).Saat ini anggaran BIN hanya Rp 2,4 triliun. Sutiyoso pun meminta tambahan dana kepada DPR hingga Rp 10 triliun. "Saya meminta anggaran Rp 10 triliun," ucap dia.

Rekomendasi