Pihak keluarga dan kuasa hukum mantan Asisten Presiden Direktur PT. XL Axiata, Hayriantira (Rian) menduga ada pelaku lain di luar tersangka Andi yang membunuh Rian. Selain itu, keluarga juga mencium ada perebutan harta kekayaan di balik tewasnya Rian ini.kuasa hukum Rian, Rivai Kusumanegara bahkan membeberkan bahwa sebelum dibunuh, Rian mendapatkan ancaman melalui telepon selulernya."Jadi di handphone almarhumah pun banyak SMS teror terhadap dirinya, dari sebelum hingga dia sudah meninggal," ujar Rivai di Konferensi pers di Cikini, Jakarta, Kamis (10/9).Rivai menambahkan, pihaknya tidak tahu siapa pengirim SMS bernada ancaman tersebut. Pihak keluarga juga tidak ingin menduga apakah AW, mantan suami Rian atau pihak lainnya."Kita nggak tahu siapa, karena pesan tersebut dikirim oleh nomor yang tidak dikenal. Kita juga nggak mau menduga siapapun entah itu Andy, Dian ataupun pihak ketiga lainnya," tambahnya.Lebih lanjut, ia mengungkapkan, bahwa kasus pembunuhan ini bukan pembunuhan yang sederhana dan spontan. Rivai menjelaskan, setelah meninggal, handphone korban dihidupkan dan dibuat seolah-olah korban masih hidup."Ada beberapa SMS sebelum meninggal dan setelah meninggal. Ada banyak SMS teror. Dan termasuk setelah meninggal, handphone almarhumah dibuat seperti hidup," sambungnya. Berikut ini adalah bunyi pesan yang dikirim dari nomor 085210771996:"Seharusnya kamu menyerah agar enggak ada korban berikutnya. Namun bukti yang diminta surat rumah, anak-anak biar kami yang urus, kamu nggak ingin ada korban berikutnya kan? Pengacara sudah kami kuasai. Kalau sampai tidak ada lihat saja gimana? Sampai jumpa di sidang besok."
Sebelum dibunuh sekretaris bos XL terima SMS ancaman, ini bunyinya
Keluarga menduga pembunuhan juga berkaitan dengan harta warisan.
Rekomendasi