Meratapi hidup nenek renta rawat anak gangguan jiwa di gubuk reot

Di tengah kesengsaraannya, nenek Sandimen tak pernah lupa untuk melaksanakan salat.

Nanda Farikh Ibrahim
Meratapi hidup nenek renta rawat anak gangguan jiwa di gubuk reot
Nenek Sandimen Wartem (kiri) bersama seorang anaknya yang berusia 40 tahun, Narwan tinggal di sebuah gubuk reot yang tak pantas untuk dihuni, di Grumbul Datar, Desa Pageraji, Kecamatan Cilongok, Banyumas, Jawa Tengah, Kamis (10/9). Meski usianya sudah 80 tahun, nenek Sandimen tetap tegar mengasuh Narwan yang mengalami gangguan mental di tengah himpitan ekonomi. ©2015 merdeka.com/chandra iswinarno
1 dari 5 halaman
Meratapi hidup nenek renta rawat anak gangguan jiwa di gubuk reot
Selain Narwan, nenek Sandimen juga memiliki satu orang anak lagi, namanya Sailah (50). Sailah juga mengalami gangguan mental. Dia sering berbicara sendiri. ©2015 merdeka.com/chandra iswinarno
2 dari 5 halaman
Meratapi hidup nenek renta rawat anak gangguan jiwa di gubuk reot
Untuk kehidupan sehari-hari, nenek Sandimen hanya mengandalkan bantuan dari tetangga sekitar. Karena nenek Sandimen tak sanggup lagi untuk bekerja. ©2015 merdeka.com/chandra iswinarno
3 dari 5 halaman
Meratapi hidup nenek renta rawat anak gangguan jiwa di gubuk reot
Jangankan bekerja, untuk berjalan saja nenek Sandimen harus merunduk sambil menahan sakit. ©2015 merdeka.com/chandra iswinarno
4 dari 5 halaman
Meratapi hidup nenek renta rawat anak gangguan jiwa di gubuk reot
Meski begitu, segala macam aktivitas pun dilakukan nenek Sandimen dengan pelan-pelan tanpa bantuan anaknya. ©2015 merdeka.com/chandra iswinarno
5 dari 5 halaman
Meratapi hidup nenek renta rawat anak gangguan jiwa di gubuk reot
Di tengah kesengsaraannya, nenek Sandimen tak pernah lupa untuk melaksanakan salat sebagai bentuk kewajibannya kepada Allah Swt. ©2015 merdeka.com/chandra iswinarno
Rekomendasi