Ketua PP ngamuk usai penetapan pasangan calon Pilwalkot Semarang

Usai mengamuk, Joko Santoso menyatakan kericuhan itu terjadi hanya karena spontanitasnya saja.

Parwito
Oleh Parwito - Reporter
Ketua PP ngamuk usai penetapan pasangan calon Pilwalkot Semarang
Kericuhan usai penetapan pasangan calon Pilkada Semarang.. ©2015 Merdeka.com

Suasana ricuh terjadi usai penetapan Calon Walikota (Cawali) dan Calon Wakil Wali Kota (Cawawali) Semarang yang berlangsung di Gedung Pertemuan Kompleks Balaikota Semarang di Jalan Pemuda Kota Semarang, Jawa Tengah, Senin (24/8).Pantauan merdeka.com, kericuhan itu awalnya dipicu oleh salah seorang anggota Satgas Pemuda Pancasila (PP) pengawal Cawali dan Cawawali Soemarmo HS-Zubeir Syafawi. Dia yang mengendarai mobil berupaya merangsek dari belakang barisan relawan Cawali-Cawawali Sigit Ibnugroho-Agus Sutyoso (Sibagus).Saat itu relawan Sibagus yang terdiri atas barisan cewek cantik dan maskot layaknya pahlawan Superhero Superman itu sedang meluapkan kegembiraannya karena pasangan Sibagus telah lolos di depan lobi Kantor Walikota Semarang. Padahal saat itu, Cawali dan Cawawali Hendrar Prihadi dan Hevearita Gunaryanti Rahayu sedang bertemu dengan Penjabat Walikota Semarang Tapiv Supriyanto di ruang kerjanya.Melihat relawannya nyaris tertabrak, Joko Santoso yang merasa kecewa karena anak buahnya Satgas PP merapat ke pasangan Soemarmo-Zubeir langsung emosi. Padahal Joko merupakan Ketua Tim Pemenangan pasangan Sibagus yang diusung Gerindra, Golkar dan PAN. Spontan emosi, Joko lantas melabrak dan mengamuk sang anggota Satgas PP yang menyetir mobil Toyota Rush berwarna putih bernopol H 9223 DH untuk turun."Hei! Kamu! Apa-apaan kamu! Turun kamu!" teriak Ketua PP Kota Semarang Joko Santoso yang juga Sekretaris DPC Gerindra Kota Semarang saat melihat mobil nyaris menabrak rombongan relawan Sibagus di Halaman Balaikota Semarang.Tak terima dengan teriakan Joko Santoso, sang sopir turun dari mobil dan berupaya menghampiri Joko. Namun, belum sempat terjadi perkelahian, beberapa aparat petugas Unit Dalmas Polrestabes Semarang langsung berupaya untuk melerai keduanya.Kejengkelan Joko Santoso tidak terelakan, malah bertambah memuncak saat rombongan Satgas PP yang membawa bendera panji-panji Satgas PP sampai menyentuh di tanah."Bawa bendera yang benar! Apa kamu!" teriak Joko Santoso di hadapan banyak massa sambil memegang bendera dan meminta supaya digulung.Tidak berhenti sampai di situ, Joko Santoso beserta beberapa rekannya menghadang beberapa anggota Satgas PP yang berupaya keluar dari Halaman Kantor Balaikota dan melewati pintu gerbang keluar kantor.Bahkan, Joko memukul kaca helm salah seorang anggota Satgas PP yang sedang naik sepeda motor hingga pecah. Akibatnya pada bagian hidung anggota Satgas PP tersebut mengalami luka meski ringan. "Goblok kamu!" teriak Joko dibarengi beberapa anak buahnya.Beberapa petugas Dalmas Polrestabes Semarang pun langsung sigap berupaya untuk melerai dan meredam bentrokan itu tidak berkepanjangan."Saya ini polisi! Sudah kamu jangan macam-macam! Tugas saya untuk mengamankan!" teriak salah seorang petugas Dalmas Polrestabes Kota Semarang berupaya melerai.Bentrokan dan kericuhan mulai mereda usai petugas polisi dari Unit Dalmas Polrestabes menghalau beberapa anggota Satgas PP untuk keluar dan meninggalkan Halaman Balaikota Semarang di Jalan Pemuda Kota Semarang itu.Usai mengamuk, Joko Santoso yang dikonfirmasi merdeka.com, menyatakan kericuhan itu terjadi hanya karena spontanitasnya saja."Nggak apa-apa kok, Mas. Hanya spontanitas saja. Emosi. Saya tidak apa-apa," pungkas Joko pendek kepada merdeka.com.Dikawal sebanyak tiga orang rekannya, Joko kemudian meninggalkan Halaman Balaikota Semarang.

Rekomendasi