Peringatan HUT ke 70 Kemerdekaan Republik Indonesia dimulai tepat pukul 10.00 WIB, 17 Agustus kemarin. Jajaran Menteri Kabinet Kerja serta Pejabat Negara hadir di Istana Merdeka. Selain itu, sejumlah perwakilan negara tetangga dan beberapa undangan yang merupakan warga sekitar Istana Kepresidenan turut hadir.Namun, tidak semua mantan Presiden dan Wakil Presiden turut menghadiri acara tersebut. Menurut Menteri Sekretaris Negara, Pratikno, tidak semua mantan Presiden dan Wakil Presiden dapat hadir dalam peringatan Kemerdekaan RI kali ini.Hanya tampak mantan Presiden Megawati Soekarnoputri di jajaran mantan Presiden. Sedangkan mantan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono tidak hadir dalam acara tersebut."Yang confirm hadir Ibu Mega, Ibu Shinta Nuriyah. Bapak Tri Sutrisno juga sudah hadir. Kemudian akan hadir Pak Hamzah Haz dan ibu, Pak Boediono dan Ibu serta Ibu Umar Wirahadikusumah," ujar Pratikno di Istana Merdeka, Senin (17/8) kemarin.Pratikno mengaku belum mendapat informasi mengenai alasan ketidakhadiran mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. "Kami belum mendapat konfirmasi mengenai hal itu," imbuh Pratikno.Hingga saat ini, Indonesia masih memiliki tiga mantan presiden yang masih hidup, yaitu BJ Habibie, Megawati Soekarnoputri dan Susilo Bambang Yudhoyono.Terkait undangan kepada para pemimpin negara-negara sahabat, Pratikno mengaku pihaknya tidak menyiapkan undangan secara khusus bagi para pemimpin negara tetangga. Menurutnya, dari negara tetangga cukup diwakilkan oleh perwakilan negara melalui perwakilan duta besar yang ada di Indonesia."Kita tidak memberikan undangan secara khusus, tapi kebetulan ada beberapa perwakilan yang hadir, ada delegasi beberapa counselor Amerika Serikat yang kemarin di sini kebetulan hadir, kemudian anggota MK negara-negara Asean yang juga kebetulan ada acara dengan MK kami undang untuk hadir," kata Pratikno.Sebelumnya, selama masa pemerintahan SBY, Megawati Soekarnoputri sama sekali tak pernah hadir dalam upacara detik-detik proklamasi di Istana Merdeka. Artinya selama sepuluh tahun Mega selalu absen. Nah kini saat Mega hadir di era Presiden Joko Widodo, SBY justru yang tidak hadir.
Advertisement
Dalam upacara Peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-69 di Istana tahun lalu, mantan Presiden RI Megawati Soekarnoputri kembali tak hadir. Sudah 10 tahun sejak kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Ketua Umum PDIP itu tak pernah hadiri upacara di Istana Negara.Setiap upacara di Istana, semua mantan presiden dan wakil presiden diundang. Saat Gus Dur masih hidup, dia selalu datang menghadiri upacara 17 Agustus di Istana. Sementara BJ Habibie jarang datang lantaran sering berada di Jerman saat 17 Agustus.Lalu bagaimana dengan Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri? Sejak digantikan oleh Presiden SBY, putri proklamator, Soekarno tersebut sama sekali tidak pernah datang meski diundang menghadiri upacara 17 Agustus di Istana bersama dengan ribuan undangan yang lain. Ini artinya, 10 tahun berturut-turut Mega tak pernah menghadiri upacara 17-an di Istana.Biasanya, yang selalu datang di acara 17-an adalah putri Megawati, Puan Maharani. Puan datang biasanya bersama dengan ayahnya saat masih hidup, Taufiq Kiemas. Beberapa putra dan putri Bung Karno juga datang, seperti Guruh Soekarnoputra dan Sukmawati Soekarnoputri.Namun bukan berarti Mega tidak merayakan kemerdekaan. Biasanya Mega lebih memilih ikut upacara bendera di kantor DPP PDIP di Lenteng Agung, Jakarta Selatan.tiga tahun lalu, Mega mengaku sah-sah saja merayakan kemerdekaan di kantornya, tak harus di Istana. Menurutnya, jika hadir ke istana justru seperti terjebak dalam aturan seremonial saja."Saya di sini tidak masalah. Kapan-kapan saya ke Istana juga tidak masalah. Kita seperti terkungkung dalam jabatan seremonial," ujar Mega dalam konferensi pers di Kantor DPP PDIP , Jl Lenteng Agung, Jakarta, Jumat 17 Agustus 2012 silam.Mega mengatakan, ketidakhadirannya dalam upacara di Istana merupakan hak pribadinya sehingga seharusnya hal itu tidak perlu dipermasalahkan. "Saya, Ibu Megawati , mandiri. Saya boleh dong merayakan hari kemerdekaan sendiri," terang dia.Lebih lanjut, kata dia, makna hari kemerdekaan bukan terletak pada perayaannya. Tetapi, lebih terletak pada pesan yang terkandung di balik peringatan tersebut. "Tidak perlu seremonialnya, yang penting hari ini adalah hari penuh rahmat," imbuhnya.Catatan merbaradeka.com, selama 10 tahun terakhir, Mega cuma dua kali saja ke Istana. Presiden ke-5 RI tersebut datang ke Istana Negara untuk menerima anugerah gelar Pahlawan Nasional untuk proklamator RI Soekarno. Megawati datang ke Istana Negara dengan menggunakan kebaya coklat dan pasmina warna kuning. Suaminya yang juga Ketua MPR Taufiq Kiemas saat itu tak tampak dalam acara.
Advertisement
Kehadiran Megawati pun segera menyita perhatian pengunjung di Istana Negara. Pasalnya, kehadiran Megawati ke Istana adalah hal yang langka.Sebelumnya, Megawati juga pernah datang ke Istana Negara. Megawati datang saat Presiden SBY menggelar jamuan makan malam untuk Presiden AS Barack Obama pada 2010 lalu.Hubungan antara Megawati dan SBY memang buruk selepas Pilpres 2004. Komunikasi antara mantan atasan dan bawahan tersebut terkesan tidak baik.