Kapolri Jenderal Badrodin Haiti meminta para pedagang daging tak memaksa rekannya untuk mogok dagang lantaran keterbatasan dan mahalnya stok daging sapi. Badrodin menilai, memaksa mogok dagang sama halnya dengan melanggar demokrasi."Negara kita demokrasi. Tidak ada pemaksaan-pemaksaan itu. Negara menjamin tidak ada paksaan, melalui tangan-tangan Polri. Boleh berbeda pendapat, boleh mogok, boleh berjualan. Tidak boleh memaksakan kehendak," kata Badrodin di STIK PTIK, Kebayoran Baru, Jaksel (11/8).Badrodin mengaku mendapat laporan di Jakarta dan daerah penyangga para pedagang daging memaksa rekannya untuk mogok jualan. Di beberapa daerah pun Badrodin mengakui mendapat laporan mengenai pedagang daging yang memaksa rekannya agar tak berjualan."Tadi pagi, ada pemaksaan di Pasar Cikarang, orang yang mau jualan dipaksa untuk tidak berjualan," ujar dia.Menurut dia, kepolisian sudah mengantisipasi para pedagang yang melakukan aksi tersebut. Kepolisian sudah mengantisipasi hal itu. "Waspadai di daerah, ada penyimpangan penyimpangan lain," katanya.Badrodin mengatakan, pemerintah melalui Perum Bulog sudah memutuskan mengimpor 50.000 ekor sapi pada bulan ini. Menurut Badrodin, kepolisian bakal mengawal program pemerintah tersebut."Salah satu program Polri adalah untuk mendukung program ketahanan pangan, termasuk infrastruktur," pungkasnya.
Kapolri minta mogok pedagang daging di pasar jangan ada pemaksaan
Kepolisian sudah mengawal para pedagang yang melakukan aksi mogok dagang tersebut.
Rekomendasi