Kepemimpinan Haedar-Noorjannah ulang sejarah di Muhammadiyah

Kala itu Kiai Ahmad Dahlan memimpin PP Muhammadiyah dan Nyai Siti Walidah menjadi ketua umum PP Aisyiyah.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Kepemimpinan Haedar-Noorjannah ulang sejarah di Muhammadiyah
Haedar Nashir. ©istimewa/umm.ac.id

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin menilai tidak masalah pasangan suami istri memimpin PP Muhammadiyah dan PP Aisyiyah bersamaan. Haedar Nashir terpilih jadi ketua Umum PP Muhammadiyah dan istrinya Siti Noorjannah Djohantini menjadi pucuk pimpinan PP Aisyiyah."Mengapa tidak, enggak ada masalah. Ini sudah merupakan kehendak muktamar, pilihan muktamar," kata Din di Universitas Muhammadiyah Makassar, Jumat (7/8).Menurutnya, hal itu merupakan pengulangan sejarah di Muhammadiyah. Kala itu Kiai Ahmad Dahlan memimpin PP Muhammadiyah dan Nyai Siti Walidah menjadi ketua umum PP Aisyiyah."Oleh karena itu tidak ada masalah, mengulangi apa yang terjadi di abad pertama, Muhammadiyah dipimpin oleh Kiai Ahmad Dahlan dan Nyai Walidah. Sekarang memasuki abad kedua kembali dipimpin pasangan suami istri," terang dia.Diketahui, dalam pemilihan anggota PP Muhammadiyah dan PP Aisyiyah, pasutri Haedar Nashir serta istrinya Siti Noorjannah Djohantini menduduki posisi tertinggi dukungan suara. Mereka kemudian sama-sama terpilih dan disepakati sebagai ketua umum.

Rekomendasi