Pengungsi korban erupsi Gunung Gamalama mulai terserang penyakit

Mereka ada yang diserang ISPA, radang lambung, diare, dan iritasi mata.

Aryo Putranto Saptohutomo
Pengungsi korban erupsi Gunung Gamalama mulai terserang penyakit
Pengungsi gunung meletus. ©2014 merdeka.com/imam buhori

Warga korban erupsi Gunung Gamalama di Kota Ternate, Maluku Utara (Malut), mulai terserang berbagai penyakit. Namun semuanya sudah ditangani oleh tim medis setempat.Kepala Dinas Kesehatan Kota Ternate, Nurbaity Radjabessy, seperti dilansir dari Antara, Selasa (21/7) mengatakan, hingga kini ada 113 warga setempat terserang penyakit. Angka itu diperoleh dari data posko kesehatan dibentuk Dinas Kesehatan pasca-erupsi Gunung Gamalama pada Kamis (16/7) pekan lalu.Menurut Nurbaity, dari 113 warga terserang penyakit itu, terbanyak merupakan pengidap penyakit Infeksi Saluran Pernapasan (ISPA). Sebagian besar dari mereka merupakan anak-anak dan lansia.Dia merinci sejumlah penyakit ditangani tim medis baik di posko pengungsian maupun kelurahan terkena dampak erupsi Gunung Gamalama. Di antaranya diare sebagian besar menyerang anak-anak dan bayi, hipertensi, gastritis (radang lambung), dan iritasi mata.Selain itu, para warga pengungsi mengidap sakit berhasil dicatat adalah 81 orang anak-anak dan bayi, 30 lansia orang, dan sisanya merupakan orang dewasa.Oleh karena itu, guna membantu warga korban erupsi Gunung Gamalama, saat ini, Dinas Kesehatan menempatkan tim medisnya mulai dari dokter sampai perawat di posko pengungsian dan kelurahan yang terkena dampak abu vulkanik. Disinggung mengenai kurangnya tenaga medis di berbagai posko pengungsian dan kelurahan terkena dampak abu vulkanik erupsi Gunung Gamalama, Nurbaity membenarkan kalau sebagian besar tenaga medisnya mudik dan bertepatan dengan hari libur lebaran Idul Fitri.Sementara itu, warga korban erupsi Gunung Gamalama di Kota Ternate yang telah diungsikan oleh Pemerintah Kota Ternate yang tercatat sejak Selasa pagi sebanyak 1498 jiwa atau 408 KK. Jumlah itu kemungkinan akan bertambah jika erupsi Gunung Gamalama terus berlanjut.1498 warga itu berasal dari kelurahan Loto dan Togafo. Mereka kini ditampung di Markas TNI-AL Ternate dan gedung Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Ternate. Mereka menempati dua titik pengungsian disiapkan Pemkot Ternate. Sedangkan dua titik pengungsi lainnya seperti aula SMK Negeri 2 dan aula Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Ternate disiapkan sewaktu-waktu terjadi letusan Gunung Gamalama, maka tempat tersebut akan diberikan bagi warga yang berada di dua kelurahan lainnya.Hingga saat ini, Pemkot Ternate terus mendata jumlah korban erupsi Gunung Gamalama lainnya, terutama yang berada di Kelurahan Takome dan Afetaduma, kini sebagian besar warganya masih memilih bertahan di rumahnya masing-masing.

Rekomendasi