Kepala Bagian Operasional Polres Sampang, AKP Syaiful Anam menegaskan bahwa Polres Sampang, Madura, akan menyiagakan satu kompi pasukan Brimob Polda Jatim di Desa Karang Gayam, Kecamatan Omben. Pasukan keamanan tersebut dikerahkan untuk meminimalisir tindak kekerasan pada warga Syiah yang pulang ke kampung halamannya."Intinya personel yang akan kami siagakan itu untuk mengantisipasi saja. Sebagian besar masyarakat belum bisa menerima mereka, karena berbeda paham," kata Syaiful seperti dikutip Antara, Jakarta, (28/6).Menurut Syaiful sudah dua tahun berlalu, tidak ada warga Syiah yang merayakan Lebaran di kampung halamannya. Namun di tahun ini besar kemungkinan ada warga Syiah yang kembali ke tempat kelahirannya."Siapa tahu pada Lebaran tahun ketiga pasca mereka pindah ke Sidoarjo itu, ada warga Syiah yang hendak merayakan Lebaran di kampung halamannya. Makanya kami siapkan personel khusus untuk berjaga-jaga di sana," jelasnya.Penganut aliran Islam Syiah di Kabupaten Sampang, Madura ini terdapat di dua desa, yakni Desa Karang Gayam, Kecamatan Omben dan Desa Bluuran, Kecamatan Karangpenang. Dua tahun lalu, terjadi konflik keluarga pada keluarga pimpinan penganut Syiah itu, yakni antara Tajul Muluk dengan saudaranya Roisul Hukama.Kedua kakak adik awalnya merupakan sama-sama penganut paham Syiah. Namun sejak adanya konflik keluarga itu, Roisul Hukama akhirnya mengaitkan konflik tersebut dengan sentimen keagamaan. Konflik bersaudara ini, meluas menjadi berujung pada konflik atas nama agama. Akibatnya penganut Islam Syiah diusir dari kampung halamannya sendiri atas klaim penyebaran aliran sesat.Kelompok Islam Syiah diserang karena diklaim oleh kelompok mayoritas bahwa telah menyebarkan paham sesat pada pertengahan 2011. Kala itu, pondok pesantren, tempat ibadah, dan lembaga pendidikan Syiah di Desa Karang Garam, Kecamatan Omben, Sampang dibakar massa. Ratusan warga Syiah akhirnya dipaksa mengungsi ke GOR Wijaya Kusuma Sampang.Namun ketenangan warga Syiah yang diklaim sebagai penganut aliran sesat tersebut tidak berlangsung lama. Pada 28 Agustus 2012 silam, kembali terjadi penyerangan dari sekelompok orang. Aksi penyerangan tersebut lebih parah. Kelompok penyerang tidak hanya menjadikan pimpinan Syiah sebagai sasaran, akan tetapi mereka juga membakar puluhan rumah masyarakat, pengikut ajaran Islam Syiah.
Jelang Lebaran, Brimob siaga di kampung warga Syiah Sampang
Pasukan Brimob tersebut dikerahkan untuk meminimalisir tindak kekerasan pada warga Syiah yang pulang ke kampung halaman.
Rekomendasi