Kapolri sudah marah akankah di lapangan tetap cuek terima laporan?

Sanksi yang diberikan Kapolri tidak menjamin tabiat polisi di tingkat Polsek berubah.

Al Amin
Oleh Al Amin - Reporter
Kapolri sudah marah akankah di lapangan tetap cuek terima laporan?
Pelantikan Badrodin Haiti. ©2015 merdeka.com/arie basuki

Kapolri Jenderal Badrodin Haiti memastikan, anak buahnya yang tak menindaklanjuti laporan warga soal perampokan di kawasan Jl Cilincing, Jakarta Utara akan diberikan hukuman. Hukumannya berupa sanksi indisipliner dan tidak bisa mendapatkan kenaikan pangkat.Tindakan personel polisi tersebut, kata Badrodin, tidak bisa ditolerir. Perbuatan mereka membawa nama instansi kepolisian dan sudah seharusnya mengayomi masyarakat.Anggota Komisi Kepolisian Nasional, Adrianus Meliala mengatakan, secara umum, permasalahan seperti ini bukan hal yang aneh di tingkat jajaran Polsek. Dia pun tidak yakin, tindakan tegas Kapolri akan merubah perilaku polisi yang sering melemparkan tanggung jawab."Tidak ada yang bisa menjamin. Sekarang ini tengah di struktur sebagian Polsek jangan 50 orang, hanya sepertiganya yang bekerja. Seharusnya di Polsek ada perampingan jabatan, contohnya jabatan humas tidak perlu, sebagian anggota turun ke lapangan," ujarnya.

Dia menambahkan, jika seorang Kapolri memberikan sanki kepada bawahannya, hal tersebut cuma berlaku pada tingkatan Polda hingga ke Polres. Sanski tersebut tidak berimbas terhadap anggota polisi di tingkat Polsek."Perubahan yang diminta paling banyak menimpa anggota di tingkat Polda Hingga Polres. Kejadian ini menandakan perilaku anggota yang tidak reformis, tidak akuntabel, seperti tugas polisi yang seharunya mengayomi," kata Adrianus saat dihubungi merdeka.com, Rabu (17/6).Dia kemudian memberikan contoh, saat ini setiap Polsek yang memiliki 40 hingga 50 personel dibekali dengan kendaraan roda empat untuk melakukan patroli keliling. Namun kenyataan di lapangan, seringkali masyarakat mendapati, mobil patroli berdiam di satu tempat."Yang betul-betul bertugas di lapangan cuma setengahnya, dibagi aplusan tiga kali. Belum terasa dampaknya," ujarnya.Dia pun meminta, Polsek di kota besar untuk memberikan contoh kepada Polsek di kota kecil. Kasus yang terjadi di Jakarta Utara menurutnya sangat ironis."Polsek di kota besar pertama-tama berubah dulu. Dampak kasus ini ironis, terjadi di Polsek urban, yang harus berubah malah tidak berubah," ujarnya.

Seperti diketahui, seorang pengguna media sosial curhat bagaimana kelakuan petugas polisi yang berjaga di Pos Pantau Tanah Merah, Jakarta Utara. Pria bernama Diki itu melaporkan ada penodongan yang dia lihat di jalanan di kawasan Cilincing. Perampokan tersebut dialami pengemudi Mitsubishi Colt bernomor polisi L 9667 H. Pelaku dirampok tiga orang bersenjata tajam.Bukannya menanggapi laporan itu, si petugas yang berjaga malah melimpahkan ke Polsek terdekat. Padahal saat itu, mereka tidak sedang melakukan apa-apa selain bersantai sambil memainkan ponsel pintar.

Rekomendasi