Komunitas poligami di Indonesia semakin berani untuk menampakkan eksistensinya. Salah satunya komunitas poligami Ta'adud Syar'i yang bakal malakukan pertemuan pada 14 Juni di Jalan Tidore 44 RT 013/07, Jombang, Rawa Lele, Ciputat.Panitia Penyelenggara, Nur menyatakan poligami tidak berbeda dengan monogami. Sebab, untuk syarat dan rukun menikah sama saja."Poligami sama dengan monogami hukum pernikahannya, untuk nafkah sama saja untuk hukum-hukumnya," terang dia. Menurutnya, salah satu persoalan poligami adalah izin dari istri. Poligami juga dinilainya menyelamatkan suami dari perselingkuhan."Sebenarnya persoalan itu istri enggak ridho untuk dipoligami. Ini untuk mencegah laki-lakinya malah memilih ke jalur haram. Mirisnya banyak prostitusi dilegalkan, namun poligami dilarang," terang dia.Lanjut dia, tujuan poligami selain untuk mencegah suami mengunjungi lokasi prostitusi adalah menjaga kehormatan perempuan. Oleh karena itu, para perempuan ada yang melindungi sehingga tidak terjerumus untuk menjual diri."Poligami memang agar kehormatan wanita lebih terjaga. Sekarang lebih banyak wanita di Indonesia terlindungi. Wanita jatuh ke prostitusi untuk menyambung hidup karena efek monogami," tambah dia.Dia mengungkapkan, komunitas poligami telah memiliki struktur organisasi secara nasional. pemimpinnya adalah Jafar Shodik yang mengasuh sebuah pondok pesantren di Mojokerto, Jawa Timur."sudah dibentuk struktur nasional yang dipimpin Jafar Shodik. Kalau cabangnya, sekarang ad di Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jabodetabek," pungkas dia.
Taadud Syar'i klaim poligami buat jaga kehormatan wanita
"Wanita jatuh ke prostitusi untuk menyambung hidup karena efek monogami," kata Nur.
Advertisement
Rekomendasi