Proses evakuasi jenazah Eri Yunanto (21 tahun), mahasiswa Teknik Industri Universitas Atma Jaya Yogyakarta yang terjatuh ke kawah Gunung Merapi tak mudah dilakukan. Cuaca buruk, bebatuan yang mudah runtuh serta hawa panas dan ancaman gas karbondioksida berasal dari asap sulfatara, menjadi penghalang utama.Pengangkatan jenazah Eri dari dasar kawah menuju bibir kawah dibutuhkan keberanian luar biasa dari Tim SAR. Tak hanya itu, penyelamatan kejadian langka itu juga membutuhkan teknik dan peralatan memadai.Staf Search Mission Commander Merapi, Irwan Santoso mengatakan, ada enam personel penyelamat yang mempunyai keberanian masuk ke dalam kawah Merapi. "Enam orang petugas ini kami pilih berdasarkan tingkat kemampuan serta keberaniannya," kata Irwan, Selasa (19/5).Para relawan gagah berani mengevakuasi jasad Eri itu adalah Ridho, Indro Sambodo, Andry Suzanto, Muchsin, dan Rahmadiono. Kelimanya adalah tim penyelamat asal Yogyakarta. Satu lagi bernama Bakat Setyawan alias Lahar, dari Relawan Barameru Boyolali.Kepada wartawan, Bakat Setyawan mengatakan keberhasilan proses evakuasi korban dari dasar kawah Merapi itu merupakan buah dari kerja tim SAR. Koordinasi dilakukan antar tim berjalan dengan baik dan lancar. Sehingga meski berlangsung lama, tapi terhitung sukses."Keberhasilan ini berkat koordinasi yang luar biasa dari tim. Kami yang masuk ke dalam dasar kawah tidak akan bisa berbuat banyak tanpa dipandu oleh tim yang bertugas di atas," kata Bakat.
Enam relawan ini berhasil angkat jasad Eri dari kawah Merapi
Proses evakuasi itu berhasil karena kerja tim.
Rekomendasi