Alun-alun Tugu Malang makin sesak dengan bunga plastik

Pengadaan aneka bunga warna-warni tersebut diimpor dari China dengan kisaran harga ratusan juta rupiah.

Darmadi Sasongko
Oleh Darmadi Sasongko - Reporter
Alun-alun Tugu Malang makin sesak dengan bunga plastik
Bunga plastik di Alun-alun Tugu Malang. ©2015 merdeka.com/darmadi sasongko

Alun-alun Tugu Malang makin dipenuhi dengan bunga-bunga aneka warna berbahan plastik. Semula, taman yang menjadi ikon keindahan Kota Malang itu hanya dihiasi 10 buah bunga matahari plastik. Sebanyak 7 buah dipasang berjajar lurus tepat antara Balai kota dan Tugu, sementara 3 lainnya dipasang menyebar.Kini ditambahkan lagi 24 unit lampu serupa yang dipasang secara menyebar. Sebanyak 12 buah lebih pendek dengan kelopak 7 buah, sedangkan 12 yang lain hanya satu tangkai dengan 3 buah kelopak.Tony Yulianto, pekerja instalasi mengungkapkan, lampu-lampu tersebut dipasang sejak Senin (27/4) lalu. Pihaknya mendapat pekerjaan untuk memasang instalasi di setiap jalur keras yang dilewati pengunjung."Bunga kelopaknya dari China, tetapi pipanya dari lokal sini. Bedanya dengan yang terdahulu hanya jumlah kelopaknya," katanya, Rabu (29/4).Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Erik S Santoso membenarkan adanya penambahan unit bunga yang sekaligus berfungsi sebagai taman itu. Pengadaan aneka bunga warna-warni tersebut diimpor dari China dengan kisaran harga ratusan juta rupiah."Kalau nilai keseluruhan Rp 870.659.000 untuk 3 lokasi yakni Taman Tugu, Taman Panglima Sudirman dan Taman Jembatan Ranugrati," kata Erik melalui pesan singkatnya.Pakar budaya Dwi Cahyono menyayangkan dengan kondisi taman yang justru diperkaya dengan bunga plastik. Kendati berfungsi sebagai lampu, orang yang melihat saat siang hari tetap melihatnya sebagai plastik."Kalau malam orang tahu itu lampu, tetapi siang hari yang terlihat nyata adalah bunga plastik. Orang akan membandingkan dari unsur estetika, antara bunga asli dan plastik," katanya melalui telepon, Rabu (29/4).Seharusnya, kata Dwi, yang dimunculkan unsur bunganya, kendati dimunculkan lampu tetapi yang dimungkinkan yang menyorot pada bunganya. Unsur bunga, seharusnya lebih ditampilkan.

Rekomendasi