Anggaran pembelian mobil dinas Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) sebesar Rp 5,1 miliar dalam Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA) menuai kecaman. Anggaran sebesar itu terkesan tidak relevan dan salah satu bentuk pemborosan anggaran.Kepala Divisi Advokasi Korupsi Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh, Hayatudin Tanjung mengatakan, pengadaan mobil yang terlalu besar ini telah mencederai kepercayaan rakyat kepada DPRA. Padahal anggaran tersebut bisa dialihkan untuk kepentingan publik lainnya, mengingat kondisi masyarakat saat ini belum mendapatkan kesejahteraan."Anehnya indikator pembelian mobil tersebut sangat tidak wajar, karena DPR Aceh tidak mau tersaingi dengan mobil yang dimiliki oleh Kepala SKPA. Kalau memang itu benar indikator pembelian mobil tersebut, maka wajar ketika publik menilai bahwa wakil rakyat yang sudah dipilih mempunyai sifat kekanak-kanakan yang tidak ingin tersaingi dengan orang lain," kata Hayatudin Tanjung, Senin (13/4) di Banda Aceh.Seharusnya, kata Hayatudin Tanjung, pimpinan DPR Aceh terlebih dahulu mementingkan kepentingan rakyat dari pada mementingkan kepentingan pribadi dan ego struktural. Para pimpinan di DPRA harus mempunyai rasa prihatin terhadap kondisi Aceh saat ini, bukan malah bersikap seperti anak kecil yang takut tersaingi oleh kawannya.Oleh karena itu, GeRAK Aceh menolak pembelian mobil untuk para pimpinan DPR Aceh yang terkesan menghambur-hamburkan uang rakyat. Karena, GeRAK Aceh menilai mobil dinas Pimpinan DPR Aceh periode yang lalu masih layak dan bagus untuk digunakan oleh Pimpinan DPR Aceh yang sekarang."Sistem penganggaran untuk pengadaan mobil mewah di Aceh tidak mencerminkan sikap pemimpin yang sederhana dan melayani rakyat malah terkesan untuk hidup bermewah-mewahan," tukasnya.Selain itu, GerAK Aceh juga mendesak Mendagri untuk menghapus dan membatalkan pembelian mobil mewah untuk pimpinan DPR Aceh. Karena masih ada mobil yang lama dan masih layak digunakan untuk kepentingan kerja pimpinan DPR Aceh.Kemudian GeRAK juga meminta kepada pimpinan DPR Aceh untuk bersikap dewasa terhadap pembelian mobil tersebut. Jangan tujuan pembelian mobil tersebut hanya untuk kepentingan dan ego struktural.
Dana mobil pimpinan DPR Aceh yang menelan anggaran Rp 5,1 M dikecam
Anggaran pengadaan mobil yang terlalu besar ini telah mencederai kepercayaan rakyat kepada DPRA.
Advertisement
Rekomendasi