Dua perampok duel dengan kasir Indomaret di Sleman

Tri baru mengetahui niat jahat pelaku ketika dia ditodong sebuah golok panjang di dadanya.

Kresna
Oleh Kresna - Reporter
Dua perampok duel dengan kasir Indomaret di Sleman
Indomaret Nusa Indah Condongcatur Sleman. ©2015 Merdeka.com

Dua orang perampok yang melancarkan aksinya di toko jejaring Indomaret di Jalan Nusa Indah, Condongcatur, Sleman kabur setelah dihajar oleh Tri Wijayanto, kasir toko. Peristiwa itu terjadi pada Rabu (8/4) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.

Peristiwa tersebut terjadi ketika Tri sedang menjaga toko bersama atasannya Guruh, tiba-tiba ada dua orang menggunakan helm full face datang. Seorang pelaku masuk ke dalam toko, sementara satunya berjaga di motor.

Menurut Tri, saat itu dia tidak menyangka orang tersebut datang untuk merampok. Dia baru mengetahui niat jahat pelaku ketika dia ditodong sebuah golok panjang di dadanya.

"Saya nggak tahu, waktu itu saya sedang di kasiran, bos saya lagi nempel harga di rak-rak. Tiba-tiba ditodong golok di dada saya," katanya pada wartawan, Kamis (9/4).

Saat ditodong, dia pun reflek memegang tangan pelaku dan mendorong pelaku. Saat itu terjadilah aksi saling dorong. Dia mendorong pelaku hingga depan pintu. "Saya mau mukul perampoknya, dia malah jatuh duluan kena pintu, sampai kaca pintu pecah," ujarnya.

Begitu perampok jatuh, dia pun bergerak mengambil golok yang jatuh di dekat pintu. Namun tanpa disadarinya seorang perampok yang menunggu di parkiran datang dan langsung menyerangnya dengan golok.

"Saya kira cuma satu orang, ternyata ada dua orang, saya kemudian dibacok kena bagian kepala belakang, luka enam jahitan," terangnya.

Tri pun kemudian mundur menghindari bacokan kedua. Kemudian pembacok Tri berusaha membangunkan temannya yang jatuh dan berupaya kabur. Tri pun sempat menendang pembacoknya sebelum kabur.

"Saya tendang, mereka kabur. Saya tutup pintu lalu teriak minta tolong. Waktu mereka nyalakan motor saya langsung mengejar mereka, tapi karena saya luka bacokan jadi mikir keselamatan juga," urainya.

Sementara itu atasan Tri hanya terdiam takut melihat kejadian tersebut. Selang beberapa menit warga pun berdatangan dan langsung membawa Tri ke rumah sakit.

"Setelah dari rumah sakit, lalu saya laporan ke polisi, sekarang saya nggak masuk kerja dulu, syukur nggak papa," tandasnya.

Rekomendasi