Risma bakal museumkan pusara dr Poch jika terbukti makam Hitler

Risma meminta harus ada bukti kuat kalau itu memang makam Hitler.

Moch. Andriansyah
Oleh Moch. Andriansyah - Reporter
Risma bakal museumkan pusara dr Poch jika terbukti makam Hitler
Makam Dr Poch yang disebut-sebut Adolf Hitler. ©2015 Merdeka.com

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, menyatakan siap menjadikan makam dr GA Poch terletak di Taman Makam Umum Ngagel, dikabarkan pusara Ketua Partai Nationalsozialistische Deutsche Arbeiterpartei (Nazi) Jerman, Adolf Hitler, sebagai cagar budaya harus dilindungi. Tetapi dia memberi syarat hal itu harus dibuktikan terlebih dulu apakah benar itu tempat peristirahatan terakhir Hitler.Risma mengaku mendapat informasi keberadaan diduga makam Hitler di Surabaya itu dari seseorang yang dipanggilnya Cak Nun. Saat ini, dia mengaku tengah melakukan penelusuran atas informasi itu."Saya sudah lihat makamnya di Ngagel. Setelah dapat informasi itu, kita langsung kroscek dan mencari bukti pendukungnya secara ilmiah. Apakah benar Adolf Hitler dimakamkan di sana. Ternyata memang ada. Dia itu dokter di Rumah Sakit dokter Sutomo. Di situ ditulis dengan nama dr. Poch," kata Risma di Surabaya, Rabu (2/4).Jika memang tokoh diktator Nazi kelahiran Austria itu benar dimakamkan di Surabaya, lanjut Risma, akan menjadi koleksi sangat berharga bagi museum nantinya."Benda-benda bernilai sejarah masa kerajaan, sebagian sudah kami kumpulkan di Museum Mpu Tantular. Saat ini kita masih terus mencari dan mengumpulkan fakta-fakta sejarah yang lain," ujar Risma.Dari penelusuran merdeka.com di TPU Ngagel, pusara dr GA Poch berada di Blok CC 258, tepatnya berada di belakang sisi barat makam Bung Tomo (Soetomo), tokoh pejuang Perang 10 November 1945 di Surabaya.Menurut Dwi Prayitno (37 tahun), salah satu penjaga makam, pusara dr Poch pernah didatangi peneliti asal Jerman lima tahun silam. Dia mengatakan, peneliti itu ingin membongkar makam diyakini pusara sang Fuhrer. Tetapi dia melarangnya."Mereka dua kali datang ke sini. Pertama berjumlah lima orang, beberapa hari kemudian datang tujuh orang dengan tiga mobil. Karena tidak boleh dibongkar, mereka hanya ngasi tanggal wafatnya saja, yaitu 16-01-1970," kata Dwi kepada merdeka.com.Sebelumnya, pusara dr GA Poch ini tidak mencantumkan tanggal kelahiran maupun kematiannya. Hanya tertulis nama dan blok makam saja.Keberadaan makam diyakini sebagai pusara Hitler itu pernah ditulis oleh seorang dokter lulusan Universitas Indonesia, dr Sosrohusodo, di sebuah artikel Harian Pikiran Rakyat pada 1983. Saat itu, dia mengaku pernah bertugas di kapal rumah sakit bernama Hope di Sumbawa Besar.Kemudian, Sosrohusodo mengaku bertemu dengan sosok bernama dr Poch dan bercakap-cakap. Melihat ciri fisik dr Poch, Sosrohusodo meyakini teman bicaranya itu adalah Hitler melarikan diri ke Indonesia usai Perang Dunia II. lebih aneh lagi, dr Poch menjadi pimpinan rumah sakit di pulau ternyata tidak memiliki izin praktik dokter.Kemudian, lanjut Sosrohusodo, dr. Poch hijrah ke Surabaya dan ketika sakit dirawat di Rumah Sakit Karang Menjangan (sekarang RSUD dr Soetomo). Saat wafat, dia dimakamkan di TPU Ngagel, dan menyembunyikan identitasnya.Dia dimakamkan di ujung belakang TPU Ngagel dan tetap menggunakan nama dr GA Poch, dokter asal Jerman. Makamnya juga seperti pusara warga muslim lainnya di Indonesia. Sebab, saat dalam pelariannya, Hitler diduga memeluk Islam dan menikah dengan perempuan asal Sunda.Namun sampai saat ini, keberadaan makam Hitler masih misterius. Berbagai versi penulisan menyebut dia bunuh diri dalam bunker di Berlin, Jerman, sementara lainnya mengatakan dia meninggal di Brasil atau Amerika.

Rekomendasi