Mantan Ketua PBNU Slamet Effendy Yusuf mengemukakan memang sudah pada dasarnya antara politik dan polisi tidak bisa dipisahkan. Keduanya selalu bergandengan erat dan saling berhubungan."Mungkin karena unsurnya sama," ujar Slamet saat ditemui di Gedung Marina, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (4/3).Dia juga menjelaskan, dilihat dari era reformasi, dapat ditemukan beberapa peristiwa yang membuktikan sulitnya polisi untuk melepaskan diri dari politik praktis. Menurutnya, hal inilah yang menjadikan polisi terkadang sulit untuk mengambil langkah-langkah yang mengatasnamakan profesionalitas."Sesudah indonesia merdeka 69 tahun, masih banyak institusi negara yang masih mencari tempat yang tepat atas perannya sampai tingkah lakunya di negara ini," ungkapnya.Dia mengimbau agar seharusnya reformasi membawa polisi pada masa yang tertib sebagaimana dilihat dari fungsi polisi sebagai keamanan dan ketertiban yang sudah dijelaskan dalam UUD 1945.Jimly Asshiddiqie yang merupakan anggota Tim Sembilan yang saat itu sedang berada di lokasi yang sama menambahkan, saat ini Indonesia sedang menghadapi situasi yang sulit karena hukum menjadi alat politik maupun alat ekonomi. "Kuncinya adalah profesionalisme kepolisian dan semua profesi seperti TNI, dokter dan yang lainnya sehingga politik dan polisi berjalan baik," tambahnya.
Peradaban polisi dan politik dinilai belum profesional
Slamet Effendy Yusuf mengemukakan memang sudah pada dasarnya antara politik dan polisi tidak bisa dipisahkan.
Rekomendasi