Peristiwa evakuasi jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501 di perairan Pangkalanbun menjadi gebrakan luar biasa bagi Basarnas. Dalam HUT-nya yang ke 43, Basarnas mengungkapkan rasa bangganya setelah berhasil memproses musibah AirAsia.Kepala Basarnas, Marsekal Madya Frans Henry Bambang Soelistyo mengungkapkan, dalam proses besar tersebut bukanlah tanpa masalah penting."Masalah penting pertama ada pada SDM, karena SDM penting untuk kerjasama dengan profesional. Kedua, alat dan peralatan yang kami gunakan, karena jelas ada alat yang perlahan perlu Basarnas lengkapi. Ketiga, sistem dan metode operasi SAR, kita sepakat ke depannya pasti kita benahi lebih baik lagi," kata Bambang Soelistyo dalam konferensi pers di Kantor Pusat Badan SAR Nasional, Jakarta, Sabtu (28/2).Dia juga meminta doa restu dan dukungan pihak terkait untuk segala tugas Basarnas ke depan. Pihaknya berkomitmen untuk semakin solid melayani masyarakat."Kami berharap ke depannya semua pihak yang bekerja sama bisa semakin solid, dan dari peristiwa QZ8501 yang menjadi peristiwa paling lengkap, kami ingin itu terus bisa menjadi langkah baik untuk seterusnya," ujar Bambang Soelistyo.
Sukses evakuasi AirAsia QZ8501, Basarnas ngeluh kekurangan SDM
SDM, alat dan metode operasi menjadi kendala Basarnas.
Rekomendasi