Misnawi hingga Kamis petang belum juga melepaskan ayahnya yang telah dia sandera dari pukul 05.00 WIB, Kamis (12/2). Akhirnya Polres Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Kamis petang melumpuhkan Misnawi dengan menembak pria tersebut. Hal itu dilakukan setelah upaya negosiasi yang dilakukan petugas menemui jalan buntu.Penembakan dilakukan oleh tim penembak jitu yang sebelumnya didatangkan ke lokasi penyanderaan di Desa Jambringin, Kecamatan Proppo."Ini sudah jalan terakhir. Kami sudah berupaya dengan cara halus, tapi pelaku tetap tidak bersedia melepaskan ayahnya," kata Kapolres AKBP Sugeng Muntaha di lokasi kejadian, seperti dilansir Antara.Sebelum ditembak, petugas terlebih dahulu menembakkan gas air mata di lokasi penyanderaan, yakni di sebuah surau di desa itu.Kemudian, tim penembak membidikkan timah panas ke bagian lengan dan bahu korban untuk dilumpuhkan. Saat itu juga pelaku yang bernama Asnawi itu terkapar dan polisi serentak mendekat ke lokasi tempat Misnawi menyandera ayahnya Sinato."Pelaku saat ini telah kami bawa ke Mapolres Pamekasan," kata Kapolres AKBP Sugeng Muntaha menjelaskan.Oleh warga sekitar, Misnawi memang dikenal pria yang sering berbuat kasar, bahkan selama ini sering keluar masuk penjara, karena kasus tindak pidana kriminal.Sebelum menyandera ayahnya Sinato yang telah berusia lanjut itu, Misnawi sebelumnya sempat menyandera ponakannya sendiri hingga 2 hari dua malam.Hanya saja, ia berhasil kabur dan selanjutnya pria berusia 35 tahun ini ganti menyandera ayahnya.Kapolres AKBP Sugeng Muntaha menyatakan, akan melakukan penyidikan terhadap kondisi psikologis Misnawi, terkait kasus penyanderaan yang ia lakukan pada ayah kandungnya itu."Kita ingin mengetahui kondisi psikologisnya sehat atau tidak. Jika memang sedang tidak mengalami gangguan jiwa, maka yang bersangkutan tentu bisa diproses hukum," kata Kapolres.Sejak pembebasan sandera itu, para kerabat dan orang dekat Sinato mengaku lega. "Syukurlah kakek bisa dibebaskan," kata cucu Sinato, Halimi dengan wajah sumringah.Sebelum polisi menembak Misnawi, para keluarga Sinato terlihat murung, bahkan beberapa ibu menangis, khawatir orang tua itu yang disandera Misnawi itu benar-benar disembelih oleh Misnawi.
Tak mau menyerah, anak sandera ayah akhirnya ditembak polisi
Tim penembak membidikkan timah panas ke bagian lengan dan bahu korban untuk dilumpuhkan.
Rekomendasi