Hubungan antara Indonesia dan negara tetangga Malaysia selama ini kerapkali memanas adanya masalah tenaga kerja. Sudah tak terhitung lagi banyaknya kasus menimpa tenaga kerja Indonesia (TKI) di Malaysia atau melecehkan martabat tanah air ini.
Terbaru, muncul iklan produk Malaysia yang sangat menghina pembantu rumah tangga asal Indonesia. Di mana sebuah produk Malaysia memasang iklan standing banner yang isinya mengganggu perasaan warga negara Indonesia.
Iklan produk alat rumah tangga itu menampilkan kalimat dengan nada menghina pembantu rumah tangga asal Indonesia. "Leading RoboVac Specialist, Fire Your Indonesian Maid NOW! begitu bunyi kalimat iklan tersebut. Kurang lebih artinya, pecat pembantu rumah tanggamu asal Indonesia sekarang, ganti dengan produk-produk kami," kalimat banner iklan tersebut.
Perusahaan ini memproduksi robot yang bisa membersihkan lantai dan kolam renang. Robovac Malaysia ini beralamat di Red Carpet Avenue, Kota Damansara, Petaling Jaya, Kuala Lumpur.
Melihat Iklan tersebut, Presiden Joko Widodo didesak beberapa pihak untuk menyampaikan kepada Perdana Menteri Malaysia Najib Razak meminta maaf kepada rakyat Indonesia. Sebab, Presiden Jokowi dijadwalkan akan ke Malaysia pada Kamis (5/2) besok.
Ketua Komisi IX DPR Dede Yusuf mengharapkan agar Presiden Jokowi menyampaikan protesnya kepada PM Malaysia Najib Razak. Apalagi, Jokowi dijadwalkan akan melakukan kunjungan kerja ke Malaysia pada Kamis (5/2) besok.
Dede menyatakan, Jokowi harus menyampaikan protes langsung kepada PM Malaysia, Najib Razak soal iklan perusahaan yang menciderai persaan bangsa Indonesia itu.
"Kalau perlu kunjungan Presiden ke Malaysia tanggal 5 Februari ini, Presiden menanyakan soal iklan ini kepada PM Malaysia," tegas dia.
Advertisement
Sementara di lain pihak, Migrant Care memprotes keras iklan tersebut. LSM buruh migran di Indonesia itu menyebut sebuah penghinaan untuk negara saat PRT dari Indonesia disamakan dengan barang.
"Ini merendahkan pemerintah bangsa. merendahkan martabat bangsa. Harus diprotes oleh pemerintah," kata Direktur Eksekutif Migrant Care Anis Hidayah kepada merdeka.com, Selasa (3/2).
Anis menegaskan Presiden Jokowi harus memprotes masalah ini langsung ke Perdana Menteri Malaysia. Apalagi Jokowi akan melakukan kunjungan ke sana.
"Jokowi harus tegas. Kalau pemerintah tidak ada di garis depan untuk membela warganya, maka kita akan protes pemerintah," tegas Anis.
Anis prihatin dengan stigma PRT Indonesia yang sangat direndahkan di Malaysia. Sampai-sampai demi keperluan iklan, PRT Malaysia disamakan dengan produk. "Perspektif ini yang harus diubah," tutup Anis.
Namun sudikah Malaysia meminta maaf ke Indonesia soal iklan hina TKI?. Analis Kebijakan Migran Care, Wahyu Susilo mengatakan, Presiden Jokowi harus menyampaikan perasaan tidak senang rakyat Indonesia kepada PM Malaysia Najib Razak soal iklan itu.
"Saya kira desak Jokowi harus menyatakan PM malaysia perasaan tidak senang iklan tersebut. Karena iklan seperti itu bukan pertama kali dipasang yang harus tegas dia juga akan fight di sana," kata Wahyu saat dihubungi merdeka.com, Rabu (4/2).
Menurut dia, jika presiden Jokowi tegas kepada PM Malaysia Najib Razak menyampaikan perasaan tidak senang soal iklan tersebut. Maka, iklan-iklan di Malaysia yang menghina TKI tak akan terulang.
"Bukan masalah sudi tidaknya Malaysia meminta maaf tapi pak Jokowi harus tegas menyatakan sikap ketersinggungan iklan itu," pungkasnya.