Hubert Andi Wenas, pengendara mobil 'Ichiro' yang kerap disebut main hakim sendiri dalam menindak para pelanggar lalu lintas di jalan, diperiksa Sub Direktorat Pembinaan dan Penegakan Hukum Polda Metro Jaya (Subdit Bin Gakkum PMJ) pada Rabu (4/2).Ketika selesai diperiksa oleh petugas polisi, Wenas mengaku bahwa motif dirinya melakukan semua tindakan arogan tersebut adalah karena dirinya merasa trauma pernah ditabrak saat berkendara."Kenapa saya melakukan hal seperti itu karena cukup lama saya pernah mengalami traumatik akibat kecelakaan lalu lintas, akibat ketidaktertiban pengguna jalan lain. Berdasarkan pengalaman itu dan juga kegiatan saya sehari-hari di jalan yang cukup tinggi, mengakibatkan saya cenderung beraksi tegas kepada pengguna lalu lintas yang tidak tertib itu," kata Wenas usai diperiksa di kantor Subdit Bin Gakkum, Jalan MT Haryono, Jakarta Selatan, Rabu (4/2)."Trauma, emosi dan reaksi situasional membuat saya melakukan hal tersebut," akunya.
Sebelumnya aksi Andi Wenas dan mobil off road Suzuki yang dinamainya 'Ichiro' kerap beraksi di jalan. Andi tak segan-segan menabrak mobil atau Metromini pelanggar lalu lintas yang ditemuinya.Andi juga mengunggah foto-foto aksi Ichiro di youtube. Sejumlah pengendara yang gerah dengan ulah Andi 'Ichiro' Wenas kemudian memprotes tindakan arogansi dosen IT Binus ini.