Kapolda NTT datangi Polda Jatim serahkan sampel DNA dua warganya

"Orangtua mereka tinggal di Pulau Leti, sebuah pulau terpencil di daerah Maluku," ujar Kapolda NTT.

Moch. Andriansyah
Oleh Moch. Andriansyah - Reporter
Kapolda NTT datangi Polda Jatim serahkan sampel DNA dua warganya
Evakuasi jenazah AirAsia. ©2014 Merdeka.com/arie basuki

Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT), Brigjen Pol Endang Sanjaya, hari ini, Kamis (15/1), khusus datang ke Polda Jawa Timur untuk menyerahkan sampel deoxyribonucleic acid (DNA) dua bersaudara korban AirAsia QZ8501. Sampel DNA itu diambil dari kedua orangtua korban di Pulau Leti, Maluku Barat Daya, Provinsi Maluku. Pulau ini adalah pulau terluar Indonesia yang terletak di Laut Timor dan berbatasan dengan Timor Leste."Hari ini, kita mendapat kiriman sampel DNA dua penumpang AirAsia dari Pulau Leti. Ada dua korban warga NTT, yang orang tuanya tinggal di Pulau Leti. Sampel DNA itu dikirim langsung oleh Kapolda NTT, yaitu Brigjen Pol Endang Sanjaya," terang Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Anas Yusuf, Kamis (15/1).Di tempat yang sama, Kapolda NTT menyampaikan, dua warga NTT yang menjadi korban AirAsia QZ8501 pada 28 Desember 2014 lalu, adalah kakak beradik, yaitu Viona Vlorensia Abraham dan Indah Diani Abraham."Orangtua mereka tinggal di Pulau Leti, sebuah pulau terpencil di daerah Maluku. Ibunya adalah seorang pendeta yang sulit ditemui. Jadi dia tidak mau ketemu dengan siapa-pun. Dia hanya berdoa saja. Yang bisa ditemui adalah ayahnya yang bernama Johanes Abraham dan mau memberikan sampel DNA-nya," terang Endang.Endang menjelaskan, kedatangannya ke Mapolda Jawa Timur hari ini, adalah atas permintaan Kapolda Jawa Timur untuk diminta bantuan terkait sampel DNA tersebut."Terus terang, ini adalah langkah kemanusiaan. Dan saya diminta bantuan oleh Pak Kapolda (Irjen Pol Anas Yusuf), dan bilang sanggup. Pulau Leti ini bukan wilayah NTT, tapi Maluku," ucapnya.Untuk bisa sampai ke Pulau Leti, dibutuhkan waktu tiga jam berlayar. "Karena di sana itu pulau terpencil, jadi tidak ada penerbangan. Kapal saja tiap tiga bulan sekali ke sana. Jadi saya harus pergi ke sana untuk mengambil sampel DNA ini dengan berlayar. Dan baru hari ini bisa ke Surabaya untuk menyerahkannya," tandas dia.Seperti diketahui, dari 48 jenazah korban AirAsia yang ditemukan, ada 39 jenazah yang berhasil diidentifikasi hingga hari ini. Sehingga tersisa sembilan jenazah yang masih dalam proses. Sementara tambahan dua jenazah yang baru ditemukan kemarin, belum dikirim ke Surabaya untuk dilekukan proses identifikasi.

Rekomendasi