Pasangan suami-istri (pasutri) asal Korea Selatan, yang ikut menjadi korban tragedi AirAsia QZ8501 pada 28 Desember 2014 lalu, akhirnya diambil oleh pihak keluarganya, Kamis (15/1). Sejak teridentifikasi pada 11 Januari lalu, kedua jenazah WNA itu dititipkan di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polda Jawa Timur.Dua jenazah pasutri korban AirAsia itu adalah, Kyung Hwa Lee (34) dan Seoung Beom Park (37). Keduanya datang ke Surabaya bersama bayi mereka, yaitu Yuna Park yang masih berusia satu tahun dan hingga hari ini belum berhasil ditemukan.Semula, kedua jenazah WNA Korsel ini, akan diambil pihak keluarga jika Yuna Park sudah ditemukan. Namun, pengambilan jenazah keduanya lebih cepat dari rencana semula.Pasangan Kyung Hwa Lee dan Seoung Beom Park, ternyata hanya lima hari menginap di RS Bhayangkara Polda Jawa Timur, terhitung sejak 11 Januari lalu, saat jenazah keduanya teridentifikasi.Lee dan Park teridentifikasi dari pemeriksaan gigi mereka yang terdapat tambalan emasnya. Selain itu, Lee juga teridentifikasi dari bra khusus menyusui yang masih dikenakan. Sedangkan Park, masih mengenakan gendongan bayi, seperti yang terekam CCTV bandara.Selanjutnya, kedua jenazah pasutri ini, akan dikremasi oleh pihak keluarga di Krematorium Kembang Kuning Eka Praya, Surabaya."Jenazah dibawa ke Krematorium Kembang Kuning Eka Praya," terang Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Awi Setiyono.Memang, masih kata Awi, setelah dititipkan di RS Bhayangkara dan disimpan dalam cold storage (ruang pendingin) bersuhu -20 derajat, pihak keluarga memutuskan untuk mengambil jenazahnya."Jadi tidak menunggu bayinya ditemukan. Kedua jenazah tersebut dibawa ke tempat kremasi menggunakan dua mobil ambulance dengan kawalan mobil PJR Polda Jatim," papar Awi.Sekadar tahu, sebelum menumpang AirAsia QZ8501 dan mengalami peristiwa nahas di Perairan Karimata, Pangkalanbun, Kalimantan Tengah, Park yang seorang pendeta, tengah mengunjungi sejumlah gereja di Kota Malang bersama istri dan bayinya. Mereka berada di Malang sejak beberapa bulan lalu.Kemudian, pada 28 Desember 2014, mereka berangkat menuju Singapura, untuk melanjutkan perjalanannya. Sayang, pesawat yang ditumpangi mengalami kecelakaan pasca-take off dari Bandara International Juanda Surabaya.
Tanpa menunggu bayinya, pendeta korban AirAsia akan dikremasi
Lee dan Park teridentifikasi dari pemeriksaan gigi mereka yang terdapat tambalan emasnya.
Rekomendasi