Sejumlah penumpang di Stasiun Kereta Api Kota Kediri, Jawa Timur mengaku keberatan atas tarif baru kereta api ekonomi dan meminta pemerintah kembali memberikan subsidi. Keberatan dari para penumpang ini terkait pemberlakuan awal tahun 2015 di mana harga tiket kereta api kelas ekonomi jarak jauh naik hingga 70 persen. Kenaikan harga tiket ini dikarenakan pencabutan subsidi Publik Service Obligation (PSO) yang diberikan oleh pemerintah. Pada tarif baru ini harga tiket Kereta Api Brantas jurusan Kediri-Jakarta yang semula hanya Rp 55.000 naik menjadi Rp 110.000-Rp170.000.Kereta Api Kahuripan jurusan Kediri–Bandung yang semula hanya Rp 50.000 menjadi Rp 110-Rp 150.000. Sementara Kereta Api Matarmaja jurusan Malang–Jakarta yang semula Rp 65.000 menjadi Rp 110 hingga Rp 170.000.Salah seorang penumpang mengaku keberatan dengan tarif baru kereta api ekonomi jarak jauh mengingat tarif angkutan umum turun, menyusul penurunan harga bahan bakar minyak"Kami meminta pemerintah kembali memberikan subsidi PSO untuk kereta api kelas ekonomi jarak jauh, agar tarifnya bisa turun. Sebab tarif yang sekarang cukup memberatkan," kata Mukalam salah seorang penumpang di Kediri, Selasa (6/1).Yuliono Mukti Kepala Stasiun Kereta Api Kota Kediri mengaku tarif baru kereta api ekonomi komersial mulai berlaku 1 Januari hingga 28 Februari 2015 mendatang."Perubahan tarif tersebut dikarenakan masa pemberian subsidi PSO oleh pemerintah telah berakhir. Subsidi PSO akan diberikan kembali mulai 1 Maret hingga 19 Juni 2015 mendatang dan tarif kereta api akan normal kembali," kata Yuliono, Selasa (6/1)Kenaikan tarif kereta api ekonomi komersial ini tidak berlaku untuk kereta api ekonomi lokal yakni Kereta Api Doho, jurusan Kediri-Surabaya. Ini dikarenakan subsidi PSO dari pemerintah Provinsi Jawa Timur tetap diberikan kepada kereta api lokal tersebut.
Tarif kereta ekonomi jarak jauh naik tinggi, penumpang ngeluh
Tiket Kereta Api Brantas jurusan Kediri-Jakarta yang semula hanya Rp 55.000 naik menjadi Rp 110.000-Rp170.000.
Advertisement
Rekomendasi