Diduga sakit jantung, panitia PON Remaja tewas di kamar hotel

Korban merupakan rombongan dari kontingen Kalimantan Utara, yaitu Sahran Efendi (64).

Moch. Andriansyah
Oleh Moch. Andriansyah - Reporter
Diduga sakit jantung, panitia PON Remaja tewas di kamar hotel
Ilustrasi sakit jantung. ©2012 Merdeka.com

Salah satu official (panitia) kontingen Pekan Olahraga Nasional (PON) Remaja 2014 yang digelar di Surabaya, Jawa Timur, ditemukan tewas di salah satu hotel tempat mereka menginap, Kamis (11/12). Korban merupakan rombongan dari kontingen Kalimantan Utara, yaitu Sahran Efendi (64), asal Jalan Langsat, Tanjung Selor Hilir, Kalimantan Utara.Official bagian perlengkapan itu, ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di Hotel ZOOM Jalan Jemursari, Kecamatan Wonocolo, Surabaya, tempat korban dan rombongannya menginap.Menurut Kasiran, salah satu saksi mata yang juga satu hotel dengan korban, sebelum meninggal Sahran sempat mengeluh tidak enak badan. "Awalnya, anak Pak Sahran yang kuliah di Surabaya ke sini minta dikerokin, karena mengaku masuk angin. Nah, habis ngerokin anaknya itu, kok giliran Pak Sahran yang ngaku tidak enak badan," terang Kasiran di lokasi kejadian, Kamis (11/12).Selanjutnya, pada dini hari sekitar pukul 02.30 WIB tadi, Sahran mencoba buang air besar di kamar mandi. Namun, kondisi kesehatan korban makin parah. Sesaat setelah buang air besar itu, kata Kasiran, korban tiba-tiba terjatuh di kamar mandi."Saat itulah, tim dokter atlet langsung turun tangan hingga dibuatkan nafas buatan, selanjutnya dibawa ke rumah sakit. Sayang, belum sempat tiba di tujuan, Pak Sahran sudah menghembuskan nafas terakhir," ucap Kasiran menyayangkan.Sementara Kanit Reskrim Polsek Wonocolo, AKP Arif Suharto mengatakan, setelah korban diketahui meninggal pihaknya dan Tim Identifikasi Polrestabes Surabaya langsung datang ke lokasi dan melakukan olah TKP."Dari keterangan tim dokter dari PON Remaja sendiri, korban diduga meninggal akibat sakit jantung. Keterangan dari pihak keluarga, korban memang memiliki riwayat penyakit jantung," terang Arif."Dari hasil pemeriksaan Tim Iden (identifikasi) sendiri, juga tidak ada tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan di tubuh korban. Jadi dugaan sementara, korban meninggal karena sakit," sambungnya.Dari keterangan saksi-saki, masih kata Arif, sebelum meninggal, korban sempat membangunkan teman satu kamar hotelnya di kamar nomor 110, yang bernama Jayadi (43), warga Jalan P Tendean, Tanjung Selor, Kalimantan Utara. Kepada Jayadi, korban mengeluh sakit pada bagian dada."Kemudian selanjutnya teman satu kamarnya membangunkan teman satu kontingen, termasuk dokter dari kontingennya. Selang beberapa menit, korban diketahui sudah tidak bernafas. Saat ini, korban masih berada di Rumah Sakit dr Soetomo Surabaya," tandas dia.Sekedar diketahui, PON Remaja 2014 yang digelar di Surabaya, dimulai sejak hari Minggu dan dibuka oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi pada Selasa (9/12) kemarin. Hingga saat ini, acara tersebut masih berlangsung.

Rekomendasi