Busyro akui sulit untuk tidak tebang pilih memberantas korupsi

Pernyataan itu dia sampaikan saat mengikuti fit and proper test di hadapan Komisi II DPR.

Rizky Andwika
Oleh Rizky Andwika - Reporter
Busyro akui sulit untuk tidak tebang pilih memberantas korupsi
Busyro Muqoddas. Merdeka.com/Dwi Narwoko

Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas mengaku kesulitan untuk tidak tebang pilih bagi KPK dalam menangani kasus korupsi. Hal ini ia utarakan saat menjawab pertanyaan dari anggota Komisi III dari Fraksi PDIP, Dwi Ria Latifa."Tebang pilih memang sulit dihindari dari publik. Yang jelas dari kasus-kasus yang ditangani KPK, tidak satu pun pengadilan di Tipikor yang dakwaannya ditolak, bahkan satu pun tidak ada," kata Busyro saat menjalani fit and proper test di Komisi III DPR, Rabu (3/12).Busyro menegaskan, anggapan agar tidak tebang pilih, menjadi masukan agar KPK lebih baik dalam melakukan tugasnya untuk memberantas korupsi."Pertanyaan ini menjadi cambuk untuk memposisikan KPK agar adil. Pelan-pelan kami bisa lakukan," kata Busyro.Dalam fit and proper test ini, Busyro juga menceritakan alasannya untuk kembali maju sebagai pimpinan KPK. Ia mengaku awalnya tidak ingin kembali menduduki posisi pimpinan KPK, namun ia didesak maju oleh orang-orang yang berada di internal KPK."Saya sudah ingin kembali ke kampus untuk mengajar, tapi orang dalam KPK meminta saya lagi untuk mendaftar. Lalu saya salat istikharah untuk memutuskan maju lagi," tandasnya.

Rekomendasi