Pembacok anggota TNI di Ciracas masih sekolah di SMK

Pelaku membacok korban dengan senjata tajam buatan sendiri yang berbentuk bulan sabit.

Faiq Hidayat
Oleh Faiq Hidayat - Reporter
Pembacok anggota TNI di Ciracas masih sekolah di SMK
ilustrasi pisau. ©2013 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Praka Wahyu Adi, anggota TNI AD dari kesatuan Yon Zikon 13 Srengseng Sawah, dibacok di kawasan Ciracas, dini hari tadi. Cek cok antara pelaku dan korban dikarenakan senggolan sepeda motor.Kapolsek Ciracas Kompol Djitu Martono mengatakan pelaku pembacokan ada dua orang. Pelaku pertama berinisial RS dan masih sekolah di SMK. Sementara pelaku lainnya, ABD tidak sekolah."Saksi ada lima teman-temannya. Pelaku RS yang membacok korban dan masih sekolah di SMK, kalau pelaku ABD nggak sekolah," kata Djitu Martono saat ditemui di Kantornya, Jakarta Timur, Minggu (23/11).Menurutnya, pelaku membacok korban dengan senjata tajam buatan sendiri yang berbentuk bulan sabit."Sajam dibuat sendiri dari bahan plat berbentuk bulan sabit milik RS," kata dia."Korban dibacok di Jalan Pertigaan Arum Dina sekitar jam 02.30 WIB," imbuhnya.Usai dibacok, korban langsung tak sadarkan diri karena banyak darah yang keluar. Korban sebelumnya dilarikan ke RS Ketergantungan Obat Terlarang di Cibubur, sebelum dirawat di RS Tugu Ibu di Depok, Jawa Barat. Namun karena luka yang cukup serius di bagian tengkuk leher belakang, korban lalu dirujuk ke RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat."Karena RSKO tak ada UGD dibawa ke RS Tugu Ibu Depok langsung," katanya.

Rekomendasi