Tarif angkot naik Rp 1000, angkot di Bandung tidak mogok massal

Ridwan Kamil ancam tilang sopir angkot yang kedapatan menaikkan tarif di atas 30 persen.

Andrian Salam Wiyono
Oleh Andrian Salam Wiyono - Reporter
Tarif angkot naik Rp 1000, angkot di Bandung tidak mogok massal
Demo sopir angkot di Muara Angke. ©2014 merdeka.com/imam buhori

Angkutan umum di Bandung sempat akan melakukan aksi mogok akibat adanya kenaikan harga BBM subsidi. Namun itu tidak terjadi setelah Dishub Kota Bandung menggelar rapat dengan DPC Organisasi Angkutan Darat (Organda) kemarin malam yang menyepakati 30 persen naiknya tarif angkutan umum.Sopir angkot Antapani-Ciroyom, Dudi (29), mengaku sempat mengetahui informasi adanya ancaman mogok kendaraan hari ini. Namun tak lama berselang kenaikan tarif angkot disepakati Rp 1.000 sehingga dirinya tetap beroperasi. "Tetap saja biasa, cuma tarif memang naik katanya Rp 1.000," katanya, Rabu (19/11).Pantauan merdeka.com, di Jalan Jakarta Antapani, sejumlah angkot masih hilir mudik seperti biasa. Penumpang juga tidak sulit mencari angkot. Tidak ada aktivitas berbeda pada hari ini.Kepala Dishub Kota Bandung Ricky Gustiadi mengatakan kendaraan umum berbahan bakar solar naik Rp 2.000, adapun yang berbahan bakar premium naik Rp 1.000. Dengan kata lain, rata-rata untuk jenis angkot naik Rp 1.000 dari tarif lama menjadi tarif baru."Sudah sepakati kenaikan tarif angkutan umum sebesar 30 persen," terangnya.Kenaikan tarif itu, lanjut dia sudah disepakati oleh pihak Organda. Dishub Kota Bandung berjanji akan mengawal pelaksanaan berlakunya tarif yang baru tersebut. "Kita tetap akan awasi pelaksanaan di lapangan. Karena biasanya kenaikan ini sering kali disalahartikan oleh sopir angkutan dengan menaikkan tarif tidak sesuai aturan," terangnya.Wali Kota Bandung Ridwan Kamil meminta kepada sopir angkot untuk tidak nakal menaikkan tarif seenaknya. Melalui cuitnya Emil begitu akrab disapa menulis : "Jika ada angkot yg menaikkan tarif lebih dari Rp1.000, silakan kontak @dishub_kotabdg. Lengkapi dgn foto plat no angkotnya, ut kita tilang."

Rekomendasi