Penipu tak kehabisan cara untuk melakukan aksinya. Di Medan, aksi kejahatan ini menggunakan modus jasa pemotretan.Tidak kurang dari 20 siswa dan 5 siswi SMK Farmasi Parmaca, Jalan Ayahanda, Medan yang menjadi korban. Didampingi orang tua dan guru, mereka mengadukan aksi penipuan itu ke Mapolresta Medan, Senin (17/11).Para siswa ini mengaku rugi puluhan juta rupiah. Pelakunya Iwan, yang mengaku sebagai fotografer dan guru tari.Napitulu, ayah RSL (14), seorang ayah korban penipuan, menceritakan bahwa aksi penipuan ini bermula saat Iwan mendatangi SMK Farmasi Parmaca. Dia menawarkan paket pemotretan untuk pembuatan kalender 2015 kepada siswa siswi di sekolah itu."Pelaku datang ke sekolah, di situlah anak anak diajak ke acara, sekalian foto gitu," kata Napitupulu yang mengaku tinggal di Jalan Medan-Binjai.Sebanyak 20 siswi dan 5 siswa itu sepakat untuk ikut dalam pemotretan. Kegiatan yang disebutkan disponsori operator telekomunikasi dan minuman berenergi itu rencananya dilakukan di Hotel JW Marriot Medan, Minggu (16/11).Hari itu, para siswa bersiap sejak pagi. "Pagi jam 8 pagi anak saya kumpul di sekolah," kata Napitupulu.Setelah terkumpul, ke-25 pelajar pun berangkat ke salon. Mereka menumpang 4 unit mobil rental.Saat di lokasi salon itu, Iwan mengumpulkan uang, perhiasan, handphone milik para siswa. Alasannya, semuanya harus dikumpulkan karena sesi foto segera dilakukan.Para siswa kemudian bergerak ke Hotel JW Marriot. "Sampai di sana pelaku hilang, bersama handphone, uang yang dikumpulkannya. Jadi anak saya rugi Rp 1 juta," sambung Napitupulu.Sadar menjadi korban penipuan, para siswa mengadukan kejadian itu kepada orang tua dan gurunya. Mereka kemudian membuat laporan ke polisi.Ke-25 korban masih membuat laporan di SPK Polresta Medan. Namun, mereka enggan memberi komentar kepada wartawan.
Dijanjikan pemotretan untuk kalender,25 siswa SMK tertipu jutaan
Mereka mengalami kerugian uang jutaan rupiah, handphone dan perhiasan.
Advertisement
Rekomendasi