Tak cuma kapal perang, PT PAL juga produksi kapal niaga

PT PAL Indonesia siap mendukung program Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

Moch. Andriansyah
Oleh Moch. Andriansyah - Reporter
Tak cuma kapal perang, PT PAL juga produksi kapal niaga
PT PAL. ©2013 Merdeka.com/repro

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjuk Susi Pudjiastuti sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan. Mendapat jabatan baru, menteri perempuan yang hanya mengantongi ijazah SMP (protolan SMA) ini, langsung menunjukkan 'taringnya' untuk melindungi sumber laut di Indonesia dari kapal-kapal asing.Bahkan, Susi siap memboikot negara-negara asing yang tetap menjarah hasil laut di wilayah NKRI."Untuk memastikan bisnis perikanan di Indonesia tetap sustainable, I will do anything necesarry," kata Susi dengan gaya Bahasa Inggrisnya yang fasih beberapa waktu lalu.Untuk mendukung upaya Susi agar bisnis perikanan dan sistem kelautan di Tanah Air tetap berkesinambungan (necesarry), PT PAL Indonesia (persero), sebagai perusahaan kapal terbesar di Indonesia, siap memberikan pelayanan terbaik dengan produksi kapalnya.Tentu saja untuk mendukung program Kementerian Kelautan dan Perikanan dibawah komando Susi Pudjiastuti."Kami siap dengan instruksi kementerian. PT PAL Indonesia tidak hanya memproduksi kapal-kapal perang untuk melengkapi alat utama sistem persenjataan (Alutsista) TNI AL di bidang kemaritiman tapi juga memproduksi kapal-kapal khusus niaga," terang Kepala Humas PT PAL Indonesia, Bayu Wicaksono kepada merdeka.com, Sabtu (15/11).Diterangkan Bayu, pengembangan produksi kapal yang dilakukan perusahaan kapal yang berada di Ujung, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur saat ini adalah pengembangan produk kapal niaga diarahkan pada pasar internasional, pengembangan model-model industri pelayaran nasional dan pelayaran perintis bagi penumpang dan barang (cargo)."Kapasitas produksi per tahun mencapai tiga unit kapal dengan ukuran 50.000 DWT dan dua unit kapal dengan ukuran 20.000 DWT per tahun," katanya.

Selain itu, PT PAL Indonesia juga telah menguasai teknologi produksi untuk kapal-kapal seperti Kapal Bulker sampai dengan 50.000 DWT, Kapal Container sampai dengan 1.600 TEUS, Kapal Tanker sampai dengan 30.000 DWT, Kapal Penumpang sampai dengan 500 PAX.Untuk produk kapal yang telah dikembangkan, antara lain Kapal Container sampai dengan 2.600 TEUS, kapal Chemical Tanker sampai dengan 30,000 DWT, Kapal LPG Carrier sampai dengan 5.500 DWT.Di samping itu, masih kata Bayu, PT PAL Indonesia juga memproduksi Dermaga Apung untuk keperluan pemeliharaan jenis-jenis kapal tertentu. Sejak April 2002 lalu, PT PAL telah menerapkan Tribon Shipbuilding System secara menyeluruh pada tahap perencanaan dan produksi kapal untuk meningkatkan otomatisasi dan efisiensi."Saat ini PT PAL telah menguasai sebagian besar pangsa pasar domestik untuk pembangunan kapal," ucapnya.Lebih lanjut Bayu menerangkan, ada lima kebutuhan pokok Kapal Niaga untuk bisa berlayar di Perairan Internasional, yaitu Kapasitas Muatan, Fasilitas Handling yang layak dan modern di pelabuhan, kecepatan, keamanan dan kenyamanan."Dengan kebutuhan tersebut, Divisi Kapal Niaga kami berupaya melakukan yang terbaik untuk memproduksi armada yang cocok untuk memenuhi kebutuhan angkutan barang," tandasnya.

Rekomendasi