Pengembangan ekonomi dan keuangan syariah sangat pesat di beberapa negara. Melihat hal tersebut Bank Indonesia memberdayakan dan mengembangkan ekonomi syariah di lembaga-lembaga pendidikan Islam yang ada di Indonesia yakni pondok pesantren yang memiliki potensi besar dalam penerapan ekonomi syariah."Program pemberdayaan santri-santri, dengan kurikulum ekonomi syariah. Guru-gurunya juga bisa menyampaikan pelajaran ekonomi syariah," ujar Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo dalam acara Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (7/11).Agus mengatakan untuk pembiayaan syariah nanti kita bangun infrastruktur. Idealnya ke depan pemerintah mendukung program ini harus komprehensif.Lembaga terkait saling koordinasi sehingga pengembangan ekonomi syariah bisa secara menyeluruh."Pemerintah, Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) perlu satu paradigma membangun kemandirian ekonomi syariah," kata Agus."Kita minta Kementerian Agama, Kementerian Pendidikan, kerjasama Pemda, baik pusat maupun daerah, dan lembaga-lembaga pesantren saling koordinasi," sambungnya.Dia mengungkapkan negara-negara maju sudah berkembang pesat dalam penerapan dan pengembangan ekonomi syariah, salah satu contohnya, Malaysia."Kita bangun ekonomi syariah menjadi lebih baik. Kita bangun program-program kluster. Kita terapkan transaksi uang non tunai sehingga memudahkan antar Bank Indonesia dan pesantren," tutur Gubernur BI."Penandatanganan antar Bank Indonesia dengan Kementerian Agama agar lebih erat, dan upaya meningkatkan sumber daya manusia di pesantren. Kita juga dorong program kewirausahaan, kita bangun sistem non tunai sehingga tidak ada kebocoran dan memberi manfaat yang baik, dengan 17 pesantren yang ada di Jawa Timur ini," bebernya.Dalam acara itu dilakukan MoU antara BI dan Kementerian Agama dalam pengembagan dan peningkatan pembayaran non tunai, dilanjutkan Deklarasi Surabaya, akselarasi tentang gerakan ekonomi syariah oleh Gubernur BI dengan ketua OJK, Gubernur Jatim, dan 17 pimpinan Pondok Pesantren di Jawa Timur."Kita akan komitmen bangun ekonomi syariah, sehingga betul-betul berkembang dan maju sehingga bermanfaat bagi bangsa, agama dan negara," tutup Agus.
BI buat program berdayakan santri via kurikulum ekonomi syariah
Agus mengatakan untuk pembiayaan syariah nanti kita bangun infrastruktur.
Rekomendasi