Tim Dokter, penyakit alagille syndrome Calista sulit disembuhkan

Penyakit alagille syndrome adalah penyakit yang sangat langka, yakni kelainan kromosom sifat sel.

Arie Sunaryo
Oleh Arie Sunaryo - Reporter
Tim Dokter, penyakit alagille syndrome Calista sulit disembuhkan
Bayi kembar penderita Alagille Syndrome. ©2014 Merdeka.com/Arie Sunaryo

Calista Ramadani, bayi pengidap penyakit langka alagille syndrome di Solo Jawa Tengah menurut rencana, akan menjalani operasi transplantasi hati ke Jepang akhir November ini. Sebelum berangkat ke Jepang, putri pasangan Roberta Fani dan Saryanto warga Tegal Mulyo, Nusukan, Banjarsari, Solo itu dijadwalkan akan bertemu dengan dokter Rumah Sakit Dr Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, 20 November mendatang.Prof Dr Subagyo SPA, tim dokter Calista dari RSUD Dr Moewardi Solo saat ditemui wartawan mengatakan, penyakit alagille syndrome adalah penyakit yang sangat langka, yakni kelainan kromosom sifat sel. Menurutnya, penyakit ini menyerang berbagai organ tubuh vital, mulai dari fungsi hati, jantung dan ginjal secara bersamaan."Penyakit alagille syndrome ini penderitanya 1 banding 70 ribu pasien," ujar Subagyo, Rabu (5/11).Menurut Subagyo, penderita penyakit ini akan menderita kelainan di beberapa organ khususnya hati. Jumlahnya aliran empedu sangat minim hingga mengakibatkan aliran terhambat ke kantong empedu dan berbalik ke belakang dan menimbulkan kerusakan sel hati."Kerusakan ini akan semakin besar dan parah seiring jalannya waktu, organ hati kompensasinya hebat meski selnya hanya tinggal 30 persen," katanya.Terkait apakah penyakit ini bisa disembuhkan apa tidak, Subagyo tak menjelaskan secara rinci. Namun dia mengatakan, dengan di gantikan dengan hati baru, maka akan menggantikan fungsi yang baru. Meski demikian kerusakan di pembuluh darah ini abnormality di dalam jantung, dalam ginjal, otak dan lainnya akan menyebabkan gangguan kehidupan.Tim dokter lainnya, Endang Dewi menambahkan, penyakit alagille syndrome merupakan bawaan saat lahir, atau faktor keturunan. Namun pada keluarga pasangan Saryanto dan Roberta Fani ini tidak ada silsilah penyakit itu. Dia memperkirakan penyakit itu akibat adanya mutasi gen."Dalam kasus ini kelainan kromosom no 20 dilesi atau mengalami lepas. Dampaknya bisa menyebabkan kelainan pada banyak organ termasuk jantung, organ ginjal dan sekarang ini hati," ucapnya.Untuk menyembuhkan penyakit ini, lanjut Endang, bisa dilakukan dengan transplantasi hati. Namun penyakit ini gen pada kromoson jadi masalah kromosamnya sulit diperbaiki. Hanya bisa manifestasi di organ yang bisa di optimalkan fungsinya.
Menurut rencana Calista akan bertemu dokter di Jakarta dan akan melakukan transplantasi hati yang diambil dari ayahnya. Namun saat ini keluarga Calista baru mendapatkan biaya Rp 70 juta. Padahal untuk transplantasi hati dibutuhkan biaya Rp 600 juta.

Rekomendasi