Pemerintah Kota (Pemkot) Solo serius terkait pengaktifan sejumlah jalur rel kereta api (KA) yang lama tak berfungsi. Aktifnya kembali jalur KA di Solo dan sekitarnya tersebut dinilai bisa mengurangi kemacetan yang saat ini terus terjadi di Kota Bengawan."Kita ingin mengembangkan transportasi berbasis kereta api. Ini penting untuk menghubungkan Kota Solo dan wilayah sekitarnya," ujar Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo, Senin (3/11).Dengan adanya moda transportasi massal itu, kata pria yang akrab disapa Rudy tersebut, jumlah kendaraan yang masuk ke Kota Solo bisa berkurang. Sehingga kepadatan lalu lintas yang sering terjadi di Kota Solo saat siang hari bisa diurai."Salah satu jalur rel yang akan kita hidupkan adalah jalur antara Stasiun Jebres hingga Kabupaten Wonogiri. Dulu memang ada jalur rel yang menghubungkan dua lokasi itu, tapi sekarang sudah tidak ada lagi. Rel yang tersisa juga sudah terpotong-potong," terangnya.Jika jalur rel itu bisa dikembalikan, kata Rudy, akan memberikan efek maksimal. Para penumpang dari Wonogiri bisa langsung menuju Stasiun Jebres, begitu pula sebaliknya, tanpa harus berputar dahulu melalui Stasiun Balapan maupun Stasiun Purwosari. "Dulu jalurnya sudah ada, kita akan kembangkan lagi," ujarnya.Rudy berjanji dalam waktu dekat ia akan membicarakan rencana itu dengan Menteri Perhubungan Ignatius Jonan. "Saya yakin Menteri Perhubungan akan menyetujui rencana itu, mengingat biaya untuk mengembalikan rel seperti semula juga tidak terlalu besar," katanya.Apalagi, lanjut Rudy, lokasi rel dulunya berada di Bantaran Sungai Bengawan Solo. Kondisi itu membuat proses pengaktifan bisa dilakukan tanpa adanya gesekan dengan warga."Besok saya akan ke Kantor Kementerian Perhubungan. Saya akan mengusulkan hal itu bersamaan dengan usulan lain," terang Rudy.
Aktifkan rel KA mati, wali kota Solo temui Jonan besok
"Saya akan mengusulkan hal itu bersamaan dengan usulan lain," terang Rudy.
Advertisement
Rekomendasi