Antisipasi maraknya pelemparan batu ke kereta api saat perjalanan, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 5 Purwokerto mengganti kaca jendela Kereta Api Logawa. Penggantian kaca tersebut juga dilakukan bersamaan dengan penggantian desain jendela kereta ekonomi."Kami mengganti desain jendela kereta ekonomi dari dua bidang menjadi hanya satu bidang tiap jendelanya, kemudian kaca jendela dari jenis kaca biasa juga diganti menggunakan jenis acrilic dengan ketebalan 10 milimeter," ujar Manajer Corporate Communication PT KAI Daop 5, Surono, Jumat (24/10).Surono menjelaskan, kaca jenis acrilic ini lebih tahan terhadap pelemparan batu karena sifatnya yang lentur. Selain lebih aman untuk penumpang, katanya, biaya penggunaan kaca acrilic juga lebih efisien. Namun, sesuai standar pelayanan minimum, masih tersedia 2 jendela yang menggunakan kaca asli pada setiap gerbongnya."Tujuannya agar mudah dipecah saat dalam kondisi darurat. Pada tiap jendela dengan jenis kaca asli ini akan dipasang stiker lengkap dengan palu pemecah kaca dalam situasi darurat. Sehingga penumpang akan mudah menemukan jendela mana yang bisa dipecah untuk evakuasi," katanya.Selain mengganti desain dan kaca jendela, PT KAI jug mengganti pengatur udara dari kekuatan 1 PK menjadi 2 PK. Penggantian ini dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan penumpang.Pekerjaan penggantian pengatur suhu udara pada rangkaian KA Logawa ini sudah mulai dilakukan pada awal bulan ini dan dikerjakan secara bertahap supaya tidak mengganggu operasional. "Target kami akhir Oktober penggantian AC di KA Logawa ini sudah selesai semua".Selain KA Logawa, semua KA ekonomi keberangkatan Daop 5 Purwokerto seperti KA Serayu, KA Kutojaya Utara dan KA Kutojaya Selatan juga akan ditingkatkan sistem pengatur suhu udara secara bertahap.Lebih lanjut, Surono mengemukakan KA Logawa mendapat prioritas pertama peningkatan sistem AC ini karena rutenya cukup panjang, mencapai 675 kilometer dan waktu perjalanannya pada siang hari.
Antisipasi maraknya pelemparan batu, kaca KA Logawa diganti
"Kami mengganti desain jendela kereta ekonomi dari dua bidang menjadi hanya satu bidang," kata Surono.
Advertisement
Rekomendasi