Wakil Bupati Tapanuli Tengah Sukran Jamilan Tanjung sore hari ini selesai menjalani pemeriksaan di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Tetapi, dia memilih menghindari awak media dengan berusaha kabur menuju sebuah taksi sudah yang dipesannya.Pantauan merdeka.com di lokasi, Selasa (21/10), Sukran yang juga kerabat petinggi Partai Golkar, Akbar Tandjung itu menyelesaikan pemeriksaan pukul 16.20 WIB. Pria yang mengenakan kacamata dan kemeja batik hijau itu langsung berlari menuruni tangga KPK menuju taksi sudah menunggu di jalur masuk Gedung KPK. Dia nampak kaget saat didekati oleh awak media mencecarnya soal pemeriksaan hari ini.Para pewarta itu terus menempelnya hingga masuk ke dalam taksi. Saat sudah duduk di dalam taksi, Sukran sempat berusaha memaksa menutup pintu taksi itu. Tetapi ditahan oleh awak media. Dia pun nampak gugup dan kelabakan ketika ditanya soal materi pemeriksaan."Ada 30 pertanyaan," kata Sukran kepada awak media di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (21/10).Sukran nampak makin gugup saat ditanya ihwal kabar pertemuan dengan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar di kantor Akbar Institute. Dia berusaha menutupi wajahnya dan sesekali berusaha tersenyum. Dia nampak tidak nyaman ingin segera pergi meninggalkan KPK."Enggak pernah," ujar Sukran di dalam taksi Bluebird bernomor polisi B 1602 BTE.Sukran juga menampik tudingan Bupati non-aktif Tapanuli Tengah, Raja Bonaran Situmeang, menyebutnya sebagai penggagas suap kepada Akil sebesar Rp 1,8 miliar. Dia pun hanya menjawab singkat ihwal tuduhan itu."Enggak ada itu," sambung Sukran.
Usai diperiksa KPK, kerabat Akbar Tandjung kabur naik taksi
Bonaran Situmeang menuding Sukran penggagas suap Akil Rp 1,8 miliar.
Advertisement
Rekomendasi