Pembangunan di Naypyidaw, Myanmar dikebut. Diperlukan sejumlah strategi untuk memperkenalkan Ibu Kota baru itu untuk menarik wisatawan di seluruh dunia. Pemerintah Myanmar cekatan melakukan lobi untuk menggelar sejumlah perhelatan internasional. Pada akhir Desember 2013, Myanmar dipercaya menggelar Sea Games ke-27 di Naypyidaw.Selanjutnya pada Mei 2014, pertemuan kepala negara anggota Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) dibuka di tempat yang sama. Ini kemajuan mengingat negara Aung San Suu Kyi itu masih melakukan transisi demokrasi.Myanmar pun kembali mendapat kepercayaan. Kali ini giliran Piala AFC U-19 Championship. Selain di Naypyidaw, pertandingan juga berlangsung di Yangon.Seperti dilaporkan wartawan merdeka.com, Didi Syafirdi dari Myanmar, pusat olahraga di Naypyidaw cukup luas. Fasilitas untuk beberapa cabang olah raga cukup lengkap. Tempat pertandingan di Wunna Theikdi Sports Stadium, juga memenuhi standar internasional. Tim Garuda Jaya sempat merumput saat berhadapan dengan Uni Emirat Arab (UEA).Sejak dideklarasikan junta militer pada 2005, jadi Ibu Kota, Naypyidaw terus 'bersolek'. Sejumlah pusat perbelanjaan, hotel, bandara, stasiun dan terminal dibangun.Perlahan, lahan seluas kurang lebih 7.000 kilo meter persegi itu disulap jadi tempat nyaman bagi wisatawan. Jika di Yangon ada Shwedagon Pagoda, di sana berdiri Pagoda Uppatasanti .
Ini cara pemerintah Myanmar promosikan Naypyidaw
Sejak dideklarasikan junta militer pada 2005, jadi Ibu Kota, Naypyidaw terus 'bersolek'.
Advertisement
Rekomendasi