Melancong ke Myanmar, yuk mampir ke Pasar Aung San

Pasar itu dibangun pada tahun 1926 di akhir pemerintahan Inggris.

Didi Syafirdi
Oleh Didi Syafirdi - Reporter
Melancong ke Myanmar, yuk mampir ke Pasar Aung San
Bogyoke Aung San Market. ©2014 Merdeka.com/didi syafirdi

Para pelancong di Myanmar, rasanya tak akan melewatkan Bogyoke Aung San Market. Tempat belanja ini begitu diminati karena harga barang-barangnya terjangkau."Harganya murah-murah. Biasa turis kalau belanja suvenir di sini," ujar sopir taksi Abdullah. Seperti dilaporkan wartawan merdeka.com, Didi Syafirdi dari Myanmar, Aung San Market terletak di Pabedan Kota, Yangon, Myanmar. Sebelum berganti, tempat itu bernama Market Scott. Pasar itu dibangun pada tahun 1926 di akhir pemerintahan Inggris. Setelah kemerdekaan Burma pada 1948, namanya diubah. Hingga kini bangunan berdiri tegap dengan arsitektur kolonial bercat putih dan lis merah. Berbagai jenis barang dijajakan, seperti batu, pakaian, longyi (sarung Myanmar), baju, lukisan, kosmetik dll. Seperti di Tanah Abang dan Pasar Mayestik, Indonesia, pembeli juga bisa menawar barang yang diminati.Untuk longyi, paling murah harganya 3000 Kyat, jika dirupiahkan sekitar Rp 30 ribu. Untuk kain dan kerajinan khas seperti tas ditawarkan 5000 Kyat.Pasar ini cukup luas, memiliki tiga lantai. Saat masuk di sisi kanan dan kiri didominasi penjual batu. Di bagian belakang didominasi para pedagang kain dan pakaian. Jika belum puas di dalam, pengunjung juga masih bisa mencari-cari di luar pasar. Para pedagang membuka lapak di atas trotoar menawarkan koin-koin kuno, prangko, uang lama dan medali.Setelah letih berkeliling tak perlu khawatir, di sana cukup banyak tempat membeli minuman dan makanan. Seketika dahaga akan hilang setelah air mengguyur tenggorokan.Jadi, jika Anda berencana ke Myanmar, masukan Pasar Aung Sang ke dalam daftar kunjungan. Setidaknya Anda bisa membelikan buah tangan untuk keluarga dan teman.

Rekomendasi