Wanto tewas, GMF malah bantah ada korban pesawat terbakar

“Bahkan tak ada korban. Saya sangkal itu (pernyataan Kapolres)," Humas PT Garuda Maintenance Facility, Aviv.

Mitra Ramadhan
Oleh Mitra Ramadhan - Reporter
Wanto tewas, GMF malah bantah ada korban pesawat terbakar
korban pesawat bekas meledak di hanggar Garuda. ©2014 merdeka.com/mitra ramadhan

Insiden pesawat bekas meledak dan memakan korban dua pekerja pada Minggu (12/10) siang saat tengah dipotong-potong di hanggar PT Garuda Maintenance Facility (GMF) seperti diungkapkan Kapolres Bandara Soekarno-Hatta Kombes Pol CH Pattopoi dibantah Kepala Humas PT Garuda Maintenance Facility, Aviv. Dia mengatakan, pesawat yang terbakar itu pesawat yang sudah tidak terdaftar.Artinya, lanjut dia, memang sudah menjadi bangkai, karena tak ada mesin atau apapun. Dia menolak jika dikatakan meledak, karena menurutnya itu hanya terbakar tanpa adanya ledakan.“Bahkan tak ada korban. Saya sangkal itu (pernyataan Kapolres). Lebih seram kalau tabung gas tiga kilogram yang meledak daripada peristiwa ini. Kalau ini hanya bahan yang mudah terbakar saja, itu pun karena terkena percikan dari gerinda,” ujar Aviv.Seperti diberitakan, satu korban ledakan pesawat di hanggar PT Garuda Maintenance Facility (GMF) Bandara Soekarno Hatta yakni Wanto, 29, tewas di RSUD Kabupaten Tangerang, Minggu (12/10). Dokter di IGD M Fiza mengatakan, korban Wanto tewas karena luka bakar mencapai 100 persen. Pihaknya telah melakukan tindakan operasi untuk dipasangkan alat bantu pernapasan, namun korban tidak selamat. "Luka bakar terlalu luas. Sudah dioperasi tapi tidak tertolong. Korban meninggal pukul 16.15 WIB," katanya.Kemudian, jenazah warga asal Cirebon ini langsung dibawa ke Kamar Jenazah sekitar pukul 17.30 WIB. Wanto dan rekannya Jamari, 29, warga Cengkareng menjadi korban ledakan pesawat bekas. Hal itu terjadi ketika keduanya sedang memotong-motong pesawat yang sudah tidak terpakai itu.Sementara itu, Manajer Humas dan Protokoler Bandara Internasional Soekarno-Hatta Yudis Tiawan membenarkan adanya peristiwa tersebut. Namun, dia tak mengetahui kronologinya. Pihaknya hanya memastikan jika peristiwa itu tidak sampai mengganggu pelayanan penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta."Meski tak mengganggu, kami harapkan agar peristiwa ini tak terulang kembali. Seluruh proses pemotongan pesawat seharusnya dilakukan dengan melihat safety and secure," terangnya.Adapun informasi yang berkembang, pesawat tersebut sebelumnya milik Sriwijaya Air yang kemudian dibeli oleh PT Wira Jaya. Rencananya pesawat itu akan dibawa ke luar. Tetapi sebelum dibawa, badan pesawat itu akan dipotong-potong terlebih dahulu. Namun, pemotongan tersebut diduga tidak dilakukan sesuai standar prosedur operasional (SOP).

Rekomendasi