Wakil Presiden Boediono segera mengakhiri jabatannya pada 20 Oktober mendatang, bersamaan dengan pelantikan Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). Sebelum lengser dari jabatannya, sejumlah karyawan dari Sekretariat Wakil Presiden (Setwapres) berinisiatif menggelar pesta perpisahan buat bosnya tersebut.
Pesta perpisahan ini digelar di Istana Bogor, Jawa Barat. Ada sejumlah kejutan yang diberikan mereka buat Boediono yang segera pensiun dari pemerintahan.
Tak hanya itu, Setwapres juga mengundang artis top untuk memeriahkan acara tersebut. Suasana keakraban dibuat sebaik mungkin sehingga tidak ada jarak antara Wapres dengan anak buahnya.
Di hadapan mereka, Boediono mengaku terharu. Meski begitu, dia harus meninggalkan Istana Wapres yang menjadi tempat kerjanya selama 5 tahun.
Berikut cerita pesta perpisahan Boediono dan setwapres yang dirangkum merdeka.com:
Advertisement
Herawati terharu lihat video testimoni
Wakil Presiden RI Boediono dan Ibu Herawati Boediono menggelar acara perpisahan di Istana bogor hari ini. Acara tersebut dihadiri keluarga besar Setwapres, Staf-staf khusus, Paspampres dan awak media.
Acara ini bernuansa santai dengan dibuat tenda berwarna putih di tengah kebun 50x20m. Pondok-pondok makanan berjejer di tengah kebun di luar tenda. Para pegawai setwapres, ajudan dan awak media juga membawa serta istri dan anak-anaknya.
Boediono datang sekitar pukul 09.38 WIB. Tampak Boediono dan istri kompak mengenakan baju berwarna biru. Acara dimulai dengan tarian saman dan video testimoni dari sejumlah pegawai. Dalam kesempatan itu turut hadir menteri KIB 2, Mantan Presiden BJ Habibie, pedagang soto langganan Boediono di Blitar.
"Beliau mengukur orang lain sama dengan prinsipnya, kalau dia percaya orang lain sama dengan prinsipnya," ujar Andy F Noya, presenter Acara Kick andy di Metro TV saat memberikan testimoninya tentang sosok Boediono.
Sepanjang mendengarkan testimoni dari orang-orang, tampak Herawaty terharu, mengusapkan air mata. Sedangkan Boediono hanya tersenyum. sesekali mereka berdua tertawa mendengar komentar yang lucu.
Advertisement
Nyanyi lagu-lagu lawas
Wakil Presiden Boediono sempat menyumbangkan suara merdunya dalam acara perpisahan di Istana Bogor hari ini. Boediono menyanyikan lagu dari Harry Belafonte berjudul Island In The Sun.
"Ini mungkin enggak semua tahu lagunya, karena itu tahun 1950-an tenarnya. Mungkin ada yang belum lahir," ujar Boediono sebelum bernyanyi sambil tertawa di hadapan hadirin, Istana Bogor, Jawa Barat, Sabtu (11/10).
Saat akan bernyanyi, Boediono tak ingin sendiri. Dia lalu memanggil Setwapres M Oemar untuk bernyanyi bersama.
Menurut Boediono, lagu ini sering dinyanyikan saat kuliah di Universitas Western Australia tahun 1967. Boediono menyanyikannya dengan bersama teman-teman kuliahnya.
"Pak Oemar, kalau ini bukan arahan tapi perintah, tolong nyanyi bareng saya. Ntar reff-nya aja bareng," canda Boediono.
Sambil merangkul Oemar, Boediono nyanyi dan suaranya merdu didengar. Para pegawai setwapres tampak diam mendengarkan. Sedangkan istrinya Bu Herawati tampak senyum-senyum mendengar suara merdu Boediono.
Usai Boediono bernyanyi, Oemar pun kemudian menyumbangkan suaranya dengan bernyanyi You're not Alone. You're not Alone dipopulerkan mendiang Michael Jackson.
Advertisement
8 PNS bersepeda dari Jakarta bawa paket khusus
8 Pegawai Sekretariat Wakil Presiden mengendarai sepeda dari Jakarta ke Istana Bogor. Mereka membawa 'Paket Rahasia' yang akan diberikan khusus kepada Wapres Boediono.
Kedelapan orang itu berangkat beriringan menuju Bogor sejak pagi. Mereka membawa sebuah kunci yang akan dibukakan kepada sebuah peti.
Saat tiba, mereka langsung menyerahkan sebuah kunci kepada Setwapres M Oemar. Oemar pun lalu membuka peti tersebut yang berisi sebuah paket terbungkus sarung putih.
Perlahan-lahan, Oemar membuka bungkusan itu dan terpampang lah sebuah tokoh wayang, Puntadewa.
"Ya ini Tokoh wayang yang menjadi idola dari Pak Boediono, Puntadewa," teriak MC acara perpisahan Boediono di Bogor, Sabtu (11/10).
Boediono pun tampak sumringah dan langsung naik panggung menerima hadiah tersebut. Ya, mantan Gubernur Bank Indonesia itu sangat suka dengan tokoh pewayangan Puntadewa.
Menurutnya tokoh Puntadewa merupakan tokoh paling jujur di antara wayang yang lain. Nama Puntadewa sendiri berarti Dia Yang Keluhurannya seperti dewa. Puntadewa digambarkan sebagai sosok yang tanpa cela.
Usai diberikan hadiah itu, kedelapan orang tersebut memberikan penghormatan terakhir dengan kejutan nama Boediono berada dibalik jaket mereka. Sontak hadirin pun bertepuk tangan atas misi mereka membawa 'Paket Rahasia' untuk Boediono.
Advertisement
Ngaku merasa kikuk
Wakil Presiden Boediono mengaku sangat terkejut dibuatkan pesta perpisahan oleh keluarga besar Setwapres. Boediono sampai tak bisa berkata-kata hingga membuat dirinya merasa spesial di mata anak buahnya.
"Hari ini saya mendapatkan satu yang luar biasa, yang tidak saya sangka. Banyak sekali ungkapan yang nampaknya keluar dari hati tulus," ujar Boediono yang mengenakan Kemeja Biru di Halaman Istana Bogor Jakarta, Sabtu (11/10).
Boediono pun mengaku jadi kikuk saat memberikan sambutan. "Saya jadi kikuk, untuk menyampaikan sambutan. Karena begitu tulus apa yang anda sampaikan," lanjutnya.
Tema Acara perpisahan ini berjudul 'Perjalanan Seorang Guru'. Dari awal acara, banyak ditampilkan profil Boediono dan testimoni dari berbagai pihak dari pejabat negara yang pernah bekerja bersama sampai pedagang soto langganan Boediono.
Bahkan, ada lagu yang diciptakan khusus untuk Boediono, berjudul 'Negarawan Sejati' dinyanyikan oleh Dharma Wanita Setwapres.
"Lagu ini nya juga dibuat oleh mereka sendiri dan dengan kerja keras mereka melakukan itu. Ungkapan itu, saya terima dengan rasa bahagia dan tulus," ujar Boediono.
Mendengar lagu itu, Boediono mengaku tersentuh hatinya. Boediono mengucapkan rasa bangga dan terima kasihnya kepada seluruh pegawai yang telah bekerja selama ini demi menunjang tugasnya sebagai wakil presiden.
"Apa yang anda sampaikan tadi, benar menyentuh saya, tapi tidak saya sampaikan. Satu penghargaan hati saya yang tulus yang telah membantu saya, dalam masa tugas 5 tahun ini. Penghargaan ini tidak bisa saya sampaikan dengan kata. Jadi apa yang kita bisa kita saya capai ini hasil kerja kita dan saya mendapatkan amanah untuk mendapatkan tugas 5 tahun ini untuk bisa melaksanakan bangsa negara dalam 5 tahun ini," ungkapnya.