Warga sebut pernikahan Bagus Kodok dan peri cuma cari sensasi

Ribuan orang, baik warga Ngawi maupun dari luar daerah berbondong-bondong datang menonton acara pernikahan tersebut.

Mohamad Taufik
Oleh Mohamad Taufik - Reporter
Warga sebut pernikahan Bagus Kodok dan peri cuma cari sensasi
Bagus Kodok Ibnu Sukodok (63) dan Peri Roro Setyowati. ©Dok. Brahmantyo

Tidak semua orang percaya pernikahan Bagus Kodok Ibnu Sukodok (63) dengan Peri Rara Setyowati, makhluk halus penghuni Alas Ketangga di daerah Paron, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, benar-benar terjadi. Bahkan, ada yang menyebut pernikahan anak manusia dan makhluk halus di rumah seniman Brahmantyo di Desa Sekaralas, Kecamatan Widodaren, itu cuma cari sensasi."Namanya seniman, biar ramai saja, mengumpulkan massa, mencari sensasi atau apa lah itu namanya. Biar muncul lagi namanya. Soalnya pernikahan dengan peri, bagi kita, itu menurut agama kan tidak boleh dipercayai," kata Petugas Jaga Koramil Kecamatan Widodaren, Serka Samino, Rabu (09/10).Namun demikian, dia mengakui bahwa acara semalam itu sukses. Sebab ada ribuan orang, baik warga Ngawi maupun dari luar daerah berbondong-bondong datang menonton acara pernikahan tersebut. Apalagi panitia acara juga mengundang Pemkab, Kecamatan, Koramil dan Polsek."Tapi undangan rata-rata diwakilkan. Isi acara (pernikahan Bagus Kodok dan peri) itu tidak bener. Tujuannya cuma untuk mengumpulkan masyarakat, itu cuma acara seni. Tapi gara-gara acara itu dagangan orang-orang pada laku," kata Samino.Seperti dagangan minyak yang harganya Rp 200 ribu per botol kecil. Kata pedagang, Samino melanjutkan, kalau orang ingin melihat wujud peri itu harus membeli minyak tersebut. "Itu apa sih namanya, semacam minyak misik lah, yang katanya bisa digunakan melihat seperti itu (peri). Harganya mahal, Rp 200 ribu," terang Samino.Acara memang dikemas bagus dan mistis. Lokasi pernikahan di rumah kuno. Apalagi yang datang menonton pernikahan yang dikemas ala adat Keraton Jawa itu juga dihadiri ribuan orang. "Prosesi pernikahannya seperti beneran, si Kodok itu mandi bunga hajar," ujarnya.

Sebelumnya, di Ngawi ada pernikahan tidak umum yang dikemas dalam happening art atau seni kejadian di gelar di rumah seorang seniman, Brahmantyo di Desa Sekaralas, Kecamatan Widodaren, Ngawi. Pernikahan tersebut berusaha menyatukan dua makhluk beda alam, manusia dan peri.Mempelai pria adalah Bagus Kodok Ibnu Sukodok sedangkan sang mempelai wanita adalah Peri Roro Setyowati. Peri Roro makhluk halus (bukan manusia) yang berasal dari Alas Ketonggo di daerah Paron, Ngawi.

Sementara itu, Brahmantyo, mengatakan pernikahan itu bukan mengada-ada. "Perkawinan antara Bagus Kodok dengan Peri Setyowati bukan mengada-ada, melainkan merupakan sebuah peristiwa di dalam kisah cinta, yang dimulai beberapa tahun yang lalu. Dalam sebuah kunjungan ke Alas Ketangga di daerah Paron, Ngawi, Bagus Kodok buang air besar di sungai dan ditegur oleh Peri Setyowati," ujarnya.

Rekomendasi