Konglomerat jadi penasihat TNI, Panglima bilang kurang anggaran

Moeldoko menunjuk Bos Mayapada Group Sri Tahir sebagai penasihat kesejahteraan TNI.

Arie Sunaryo
Oleh Arie Sunaryo - Reporter
Konglomerat jadi penasihat TNI, Panglima bilang kurang anggaran
Panglima TNI Jenderal Moeldoko inspeksi seluruh kesatuan. ©2014 merdeka.com/imam buhori

Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko menunjuk Chief Eksekutif Officer (CEO) Mayapada Group, Sri Tahir, sebagai Penasihat Bidang Kesejahteraan Prajurit TNI. Pengangkatan itu menimbulkan polemik, seorang konglomerat diangkat jadi penasihat.Moeldoko beralasan anggaran yang disiapkan oleh negara untuk meningkatkan kesejahteraan TNI sangat terbatas. Dia butuh mitra untuk membantu meningkatkan kesejahteraan prajurit."Anggaran dari pemerintah terbatas, untuk itu saya mengangkat seseorang. Pengangkatan ini saya lakukan secara terbuka dan transparan agar semuanya tahu. Kalau nanti kita dapat bantuan, itu bukan untuk Panglima TNI. Kalau pengangkatan itu untuk kepentingan pribadi saya, silahkan dipermasalahkan," kata Moeldoko di Solo, Jumat (19/9).Lebih lanjut Moeldoko mengatakan, pengangkatan tersebut menjadi tidak etis bila untuk kepentingan pribadinya. Menurut Moeldoko pengangkatan penasihat dari kalangan konglomerat ini pernah dilakukan saat dirinya menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat, sebagai kelanjutan program yang telah canangkan oleh Pramono Edhie.Saat pihaknya berhasil mengumpulkan uang bantuan dari berbagai pihak sebesar Rp 125 miliar. Uang tersebut diumumkan secara terbuka kepada publik dan diberikan secara terbuka kepada seluruh Panglima di daerah-daerah untuk memperbaiki kesejahteraan prajurit TNI."Akan sangat tidak bermanfaat bila saya menjabat sebagai Panglima TNI tidak berbuat banyak untuk kesejahteraan para prajurit," pungkasnya.

Rekomendasi