Ini komentar Wali Kota Tangerang soal pelat B dilarang ke Bogor

"Kalau kita gantian yang larang plat F ke Tangerang bagaimana coba?" seraya tertawa.

Mitra Ramadhan
Oleh Mitra Ramadhan - Reporter
Ini komentar Wali Kota Tangerang soal pelat B dilarang ke Bogor
Kemacetan. ©2013 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Isu larangan Plat B ke Bogor atau Jawa Barat ditolak dua kepala daerah di Tangerang, yakni Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar Zulkarnaindan Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah.Menurut Zaki saat dimintai komentarnya, dengan tegas dirinya menolak. Sebab, kata dia, itu adalah hak pribadi masyarakat. "Menolak ya, ini hak pribadi masyarakat. Nanti dilarang-larang malah ada cara-cara ilegal lainnya," katanya, Rabu (17/9).Bupati Tangerang juga mempertanyakan bagaimana masyarakat yang tinggal di perbatasan antara Bogor dengan Tangerang misalnya."Bagaimana dengan mereka yang ada diperbatasan. Kalau melarang itu harus disiapkan public transport yang memadai untuk masyarakat yang mau ke Bandung atau ke Bogor. Emang sudah siap public transportnya?" ujar Zaki seraya tersenyum.Terlebih kata Zaki, kalau dilarang nanti ada pengkotak-kotakan dari daerah lain. Pada akhirnya nanti akan muncul kisruh antar daerah. "Lebih baik pemerintah daerah bersama-sama membangun daerahnya masing-masing. Terutama infrastruktur yang sinkron dan sinergis dengan daerah tetangganya," ujar Zaki.Sedangkan Wali Kota Tangerang Arief dengan nada bercanda menyatakan, akan mencegah mobil dengan Plat F masuk ke Kota Tangerang. "Kalau kita yang larang bagaimana coba?" seraya tertawa.Menurutnya, semangat memecahkan masalah kemacetan memang sudah bagus dengan munculnya isu pelarangan Plat B ke Jawa Barat. Tetapi, kata dia, yang seharusnya dikedepankan bagaimana membangun transportasi massal yang memadai. "Seperti yang saya alami, DKI mau bangun elevated busway di dekat wilayah Ciledug, menurut saya kenapa enggak sekalian ke Larangan. Kenapa hanya sampai di wilayah DKI saja. Ini kan harus sinergis, bagaimana masyarakat commuter ini bisa terlayani dengan transportasi tersebut," kata Arief.Arief juga menyinggung soal Silpa DKI Jakarta yang konon dirinya mendapat informasi dengan jumlah besar. Dengan jumlah silpa besar tersebut, menurut Arief, Gubernur DKI Jakarta katanya akan menganggarkan juga untuk wilayah disekitarnya."Itu jauh lebih bagus bersama-sama membangun transportasi massal antara daerah. Kalau lihat APBD-nya kan antara DKI dengan Kota Tangerang jauh, DKI Rp 71 Triliun, kita (Kota Tangerang) Rp 3 Triliun," terangnya.Sedangkan Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie ketika dimintai komentarnya mengaku belum tahu ada kebijakan tersebut. "Saya belum dapat info tentang hal tersebut, saya pelajari dulu ya," ujar Bang Ben.

Rekomendasi