Kemenhub kaji minyak kelapa sawit untuk BBM pesawat

BBM pesawat merupakan hasil kajian bersama Kementerian ESDM, perguruan tinggi dan institusi terkait.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Kemenhub kaji minyak kelapa sawit untuk BBM pesawat
Kemenhub kaji minyak kelapa sawit untuk BBM pesawat

Untuk mendukung program energi terbarukan, Kementerian Perhubungan telah melakukan kajian mengenai penggunaan energi baru untuk lalu lintas udara atau Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk pesawat. Yusfandri Gona selaku Direktur Keamanan Penerbangan Kementerian Perhubungan menyatakan kajian untuk BBM pesawat merupakan hasil kajian bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), perguruan tinggi dan sejumlah institusi terkait lainnya."Penggunaan energi terbarukan untuk lalu lintas udara atau BBM untuk pesawat kedepannya mengarah kepada palm oil atau kelapa sawit," kata Yusfandri Gona dalam keterangannya di acara International Civil Aviation Organization (ICAO) Committee Aviation on Environment Protection (CAEP) di Kuta, Badung, Bali, Senin (15/9).Yusfandri mengaku pihaknya menargetkan pada tahun 2020 akan menekan emisi gas rumah kaca hingga mencapai 41 persen. Dari jumlah itu, 26 persen adalah usaha dalam negeri, dan 15 persen merupakan prakarsa internasional."Itu kan semua sektor mulai dari kehutanan, energi, lahan gambut dan transportasi. Khusus untuk transportasi udara targetnya 41 persen pada 2020," ungkapnya.Ketua Rencana Aksi Gerakan Rumah Kaca Kemenhub ini melanjutkan, penekanan emisi akan terus berlanjut kedepannya. Pada 2030 bahkan ditargetkan, emisi dapat ditekan menjadi 20 persen."Pada 2050 tercapai netral growth. Dan tahun itu, emisi tidak boleh bertambah meski industri perhubungan terus tumbuh," Ucapnya.

Rekomendasi