Sebagai badan pengawas Polri, Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) sempat kaget karena kritik dan pernyataannya malah dipermasalahkan hingga dipidanakan oleh Polri. Bahkan mereka diminta untuk meminta maaf dan menarik ucapannya terkait bandar judi sebagai ATM Polri.Permintaan Kapolri Jenderal Sutarman pun dituruti Kompolnas, sejak saat itu belum ada lagi kritik dan saran yang dilontarkan Kompolnas ke polisi lagi. Dewan etik yang terdiri dari pakar hukum dan tokoh masyarakat pun meminta Kompolnas jangan ciut nyali. Dimotivasi dewan etik, Kompolnas pun janji akan tetap memberikan kritik pada Polri."Kami sudah dapat rekomendasi, tidak perlu takut, tidak perlu khawatir suara dari masyarakat sepanjang dilakukan secara benar, tidak melanggar etika Kompolnas, akan kami suarakan," kata Sekretaris Kompolnas Syafriadi Cut Ali di kantornya, Jakarta, Senin (8/9).Kendati telah dipidanakan, Kompolnas masih mengaku berhubungan baik dengan lembaga yang diawasinya tersebut. Padahal para komisoner Kompolnas sendiri bertemu belum bertemu lagi dengan Kapolri selama 11 bulan. "Hubungan kami dengan Polri baik, kami memerlukan stake holder Polri. Kompolnas bersinergi dalam kaitannya memperbaiki profesional Polri sehingga hubungan terjalin," pungkasnya.
Dapat rekomendasi dewan etik, Kompolnas akan selalu kritik Polri
"Sepanjang dilakukan secara benar, tidak melanggar etika Kompolnas, akan kami suarakan," kata Syafriadi Cut Ali.
Rekomendasi