Eks Kepala Bappebti ancam bekukan izin Axo jika tak ganti rugi

PT Axo mengaku diminta untuk ikut menanggung ganti rugi dalam kasus sengketa investasi antara Gold Asset dan Maruli.

Aryo Putranto Saptohutomo
Eks Kepala Bappebti ancam bekukan izin Axo jika tak ganti rugi
ilustrasi sidang tipikor. ©2013 Merdeka.com

Dalam persidangan hari ini, dua saksi mengakui Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan, Syahul Raja Sempurnajaya pernah mengancam membekukan izin beroperasi perusahaan perdagangan berjangka, PT Axo Capital Futures. Menurut pengakuan Direktur PT Axo Capital Futures, Agus Alfianto, dan Staf Biro Hukum PT Axo, Zulfikar Reza R, hal itu dilakukan Syahrul buat menekan perusahaannya supaya mau membayar ganti rugi investasi CV Gold Asset dan dr. Maruli T Simanjuntak."Kata Pak Reza, kalau enggak bayar PT Axo akan dibekukan izinnya oleh Bappebti," kata Agus saat bersaksi dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Rabu (20/8).Padahal menurut Agus, kesepakatan bisnis antara CV Gold Asset dan Maruli tidak menjadi tanggung jawab PT Axo. Dia mengatakan, Syahrul hanya tahu kalau Direktur CV Gold Asset, Fanny Sudarmono, menawarkan kerja sama investasi atas nama PT Axo."CV Gold Asset bukan di bawah Axo. Tapi kami memang di bawah pengawasan Bappebti," ujar Agus.Agus mengatakan tidak tahu rincian sengketa investasi antara Gold Asset dan Maruli. Tetapi, dia mengaku harus ikut membayar pengembalian uang kepada Maruli secara bertahap selama dua kali sebesar Rp 250 juta dan Rp 75 juta, sehingga seluruhnya berjumlah Rp 350 juta."Dari perusahaan, setelah Gold Asset macet, saya enggak tahu masalahnya di mana, saya dipanggil biro hukum. Pak Alfon. Dia minta Axo menyelesaikan sisanya. Saya cuma transfer ke Pak Maruli Rp 325 juta," ucap Agus.Sementara itu menurut Reza, dia mengaku terpaksa meminta Agus membayar sisa cicilan pengembalian modal Maruli setelah mendengar ancaman dari Syahrul."Katanya kalau enggak bayar akan dibekukan. Suratnya sudah ada. Makanya saya langsung kontak Pak Agus supaya berapapun uangnya, langsung kirim ke Pak Maruli," kata Reza.

Rekomendasi