Mantan staf ahli Muhammad Nazaruddin, Nuril Anwar, mengakui ada praktik bagi-bagi uang dari atasannya sebelum kongres Partai Demokrat 2010. Bahkan, dia mengakui Nazaruddin juga membagikan uang kepada kubu kandidat pesaing Anas, Marzuki Alie dan Andi Alifian Mallarangeng.Hal itu tercantum dalam Berita Acara Pemeriksaan Nuril dibacakan oleh Anas, dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin (18/8). Nuril mengaku mengambil uang sebesar USD 500 ribu dari Wakil Direktur Keuangan Grup Permai, Yulianis, pada 22 Mei 2010."Nazar mengatakan uang diberikan ke Marzuki Alie dan Andi Mallarangeng melalui Nurcahyo. Pemberian diketahui Edhie Baskoro Yudhoyono," kata Anas membacakan BAP Nuril.Sewaktu mengambil uang dari Yulianis, Nuril menanyakan tujuan pemberian duit. "Ini uang untuk siapa? Katanya (Pak Nazaruddin) ambil saja, ini prinsip kita menebar ke mana-mana. Saya mau ketemu Pak Marzuki dan tim Andi, Nurcahyo," ujar Nuril.Menurut Nuril, duit itu dia bawa ke Hotel Hyatt, Jakarta, sebagai markas pemenangan tim pemenangan kedua kandidat itu."Saya dampingi Nazar untuk membagikan amplop-amplop itu kepada DPC-DPC tersebut. Ada Jateng, Yogya, Jatim. Ada pendukung Marzuki Alie dan Andi Mallarangeng," ujar Nuril.
Sebelum kongres,Nazaruddin sebar duit ke timses Marzuki dan Andi
"Pemberian diketahui Edhie Baskoro Yudhoyono," tegas Anas saat membacakan BAP Nuril.
Rekomendasi